Barito Putera

Bayu Pradana Pernah Alami Force Majeure Kontrak Saat di Persiba Balikpapan

Pemain sekaligus wakil kapten tim Barito Putera, Bayu Pradana, tidak mempermasalahkan terkait keputusan PSSI memperbolehkan klub

istimewa
Pemain Barito Putera, Bayu Pradana 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemain sekaligus wakil kapten tim Barito Putera, Bayu Pradana, tidak mempermasalahkan terkait keputusan PSSI memperbolehkan klub Liga 1 2020 membayar 25 persen gaji dari kontrak selama masa force majeure.

Berdasarkan surat keputusan PSSI, setiap tim diberikan hak mengubah kontrak pemain dengan kewajiban hanya membawa 25 persen dari kontrak pemain.

Kebijakan tersebut berlaku selama masa force majeure yang ditetapkan, yakni bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020.

Bagi gelandang Barito Putera ini, apa yang diputuskan oleh induk olahraga sepakbola Tanah Air itu sudah sangat adil bagi para pemain.

"Itu sudah wajar di dalam kondisi seperti ini," kata pemain yang ramah terhadap awak media ini Minggu (29/3/2020).

Makan Bayu pernah bercerita kejadian ini pernah dialami saat Liga Indonesia musim 2015 lalu ketika membela Persiba Balikpapan.

Jika Kompetisi Liga 1 Berhenti, Pelatih Barito Putera Djanur Ingin Main Badminton dan Tenis

Latihan Bulutangkis Poliban Disetop, Pelaksanaan Porseni di Banjarmasin Belum Ada Kepastian

KONI Kalsel Lakukan Pendataan Atlet dan Pelatih yang akan Berlaga di PON XX Papua

"Dulu juga pernah terjadi di tahun 2015," kata Bayu.

Saat itu Indonesia resmi kena sanksi FIFA yang mencabut keanggotaan Indonesia dan melarang Indonesia terlibat dalam seluruh kompetisi yang digelar FIFA.

Namun jelas bahwa hingga saat ini manajemen Barito Putra masih belum ada pemberitahuan resmi.

Pemain pun masih berharap kompetisi tetap akan dilanjutkan, jika suasana sudah kembali normal.

Halaman
12
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved