Berita Banjarmasin

Demi Cairan Disinfektan Gratis di Banjarmasin, Larangan Berkumpul Diabaikan

Ratusan warga antre untuk mendapatkan disinfektan gratis yang dibagikan. Sayangnya, pembagian berlangsung tanpa mengindahkan larangan berkumpul

banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Warga di Banjarmasin Tengah berkerumun mengantri untuk mendapatkan cairan disinfektan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Deretan jeriken dan wadah penampung air nampak menghiasi halaman kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah Kalsel, Senin (30/3/2020) siang.

Mengular hingga puluhan meter, keberadaan jeriken dan wadah penampungan air itu sebelumnya memang sengaja diletakkan para warga.

Bukan untuk mengantre air pasca dilanda kekeringan, melainkan mereka tengah menunggu giliran untuk mendapatkan cairan disinfektan yang dibagikan secara gratis.

Bahkan tak tanggung-tanggung, saking antusias ingin mendapatkan cairan yang dianggap bisa membunuh Virus Corona tersebut, mereka ada yang mengantre sejak pagi.

BREAKING NEWS - Positif Virus Corona di Kalsel Menjadi 5 Pasien

Covid-19 Begitu Mudah Menyebar, Waspadai Tiga Media Penularan Virus Corona

Tidak Cuma Siswa, Seluruh Guru TK, SD dan SMP di Kota Banjarmasin Diperpanjang Bekerja dari Rumah

Meskipun mobil pembawa cairan disinfektan tersebut baru terlihat datang di halaman kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah sekitar pukul 11.00 tadi.

" Iya, kalau saya tadi dari jam 10 bahkan. Tapi ini baru mulai pembagian, meski kembali sabar harus menunggu lagi," ujar seorang pria berkaos putih.

Melihat itu, praktis warga yang semula telah menunggu kedatangan mobil pembawa cairan disinfektan  langsung menghampiri masing-masing jeriken dan wadah penampung airnya.

Meskipun di balik antusiasme tersebut, justru kehadiran mereka seolah mengabaikan atas imbauan pemerintah yang menganjurkan tidak berkumpul di tengah pandemi global Virus Corona.

Nahwani Safuan, Ketua RT 48 Kelurahan Teluk Dalam, pun turut menyayangkannya. Padahal menurutnya bila merujuk sesuai imbauan pemerintah agar menghindari kerumunan massa, ini justru terjadi saat ini.

" Itu lah yang terkadang terjadi pelanggaran peraturan di sini. Karena kita tadinya yang harus mengatur jarak tapi yang terjadi di suhu malah kerumunan orang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved