Wabah Corona di Kalsel

Dikabarkan Meninggal Karena Corona di Balikpapan, Begini Klarifikasi Keluarga

Kabar Balikpapan-10 merupakan warga Banjarmasin yang meninggal karena Corona di Balikpapan diklarifikasi pihak keluarga.

KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T
Ilutrasi- IJTIMA DUNIA 2020 yang dihadiri ratusan Warga Negara Asing (WNA) mendapat permintaan penundaan oleh pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ditengah ancaman wabah virus corona, Rabu, (18/3/2020). Almarhum sebelumnya pulang dari acara tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Sejauh ini beredar bahwa Balikpapan-10 merupakan warga Banjarmasin yang ditengara positif  dan meninggal karena Corona di Balikpapan diluruskan pihak kerabat dan keluarganya.

Ahmad Yusuf selaku kerabat almarhum mewakili keluarga dan pengajiannya, kepada banjarmasinpost.co.id menjelaskan bahwa yang bersangkutan meninggalnya lebih kepada riwayat penyakit jantung dan diabetes.

"Semalam di Balikpapan beliau di rawat di RS sana, dan jadi hari terakhir kemarin dari dinas Balikpapan bahwa beliau negatif Corona. Diabetes beliau yang naik kadar gulanya. Riwayat jantung beliau juga kurang membaik beberapa waktu Ini. Dokter yg menangani beliau,menyatakan beliau meninggal karena serangan jantung, " tandas Ahmad Yusuf.

Dijelaskan Yusuf, ketika di RS Balikpapan sampai tambah darah dua kantong. Selain itu beliau dimungkinkan ditambah faktor kelelahan, sebab almarhum tanggal 10 ke Jakarta- Pakistan transit di Bangkok, balik ke Lahore Kuala Lumpur dan Jakarta Makassar.

Aksi Buzzer Saat Wabah Covid-19 Bikin dr Tirta Geram, Sebut Anies & Jokowi

Selain 5 Positif Covid-19, GTPPP Kalsel Juga Jelaskan Pasien Balikpapan 10

Warga Banjarmasin Positif Corona, Ketahuan saat Lewati di Balikpapan Setalah Ikuti Ijtima Ulama Gowa

Selain 5 Positif Corona di Kalsel, 1 PDP Meninggal Negatif Covid 19

"Sebelum ke luar negeri dengan saya (ulun) bahawa Planing kami 25 Maret ke Australia. Namun takdir berkata lain," sebutnya.

Dijelaskan dia, bahwa untuk ceramah atau pengajian ditangguhkan untuk sementara waktu. "Tapi program pondok bagi santri tetap, untuk aktifitas pondok dilock down dulu," sebutnya.

Diceritakannya bahwa, Alhamarhum sebelumnya berangkat  dari Kalsel bersama ratusan jemaah dari Kalsel, dan di lepas di Mahligai Pancasila pada 15 Maret.

"Iya banyak sih. Tapi sudah dicek disana (Disulsel) difasilitasi gububernur Sulsel cek nya, sebelum pulang dicek dan hasilnya negatif semua," kata dia.

Adapun adik atau saudara Almarhum, Ridho, menyatakan bahwa keluarga sudah menerima meski jenazah tak bisa dipulangkan ke tempat asal (Banjarmasin).

"Sebelumnya, alhamarhum sudah berpesan dimanapun dia dikuburkan tak masalah," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved