Belajar di Rumah Diperpanjang

Pemko Banjarmasin Perpanjang Masa Belajar di Rumah, ini Mekanisme Pembelajaran Jarak Jauh

Pemko Banjarmasin Perpanjang Masa Belajar di Rumah, ini Mekanisme Pembelajaran Jarak Jauh

banjarmasinpost.co.id
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin melalui dinas pendidikan telah resmi memperpanjang masa belajar dari rumah bagi para peserta didiknya, Senin (30/3/2020) ini.

Bahkan tidak hanya peserta didik, imbauan yang dimuat melalui surat edaran 800/1280-sekr/dispendik/2020 itu juga ditujukan kepada para tenaga pendidik dan kependidikan untuk bekerja dari rumah.

Namun meski diliburkan bukan berarti para tenaga dan peserta didik bisa berleha-leha.

Mereka tetap harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Tidak Cuma Siswa, Seluruh Guru TK, SD dan SMP di Kota Banjarmasin Diperpanjang Bekerja dari Rumah

Kekayaan Suami Nisya Ahmad Dibongkar Syahnaz, Efek Dituding Jadi Benalu Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Dokter Tirta Singgung Rokok Membunuhmu Pasca Tes Virus Corona, Sebut Jokowi & Sandiaga Uno

Sementara pada surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina itu ada beberapa poin terkait pembelajaran jarak jauh.

Pertama, proses belajar dari rumah para guru diminta untuk melaksanakannya dengan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan tidak membebani siswa dengan tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

Kedua, pemberian tugas dari rumah tidak harus diberikan secara akademik semata, tetapi dapat juga difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain edukasi mengenai pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketiga, Totok Agus Daryanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga mengatakan penugasan diberikan dalam bentuk tugas individual yang dapat dikerjakan di lingkungan rumah.

Tugas juga dapat diberikan bervariasi sesuai minat siswa dan kondisi masing-masing mereka.

Dalam pemberian tugas, guru harus mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar dari rumah.

Siswa yang kesulitan akses pembelajaran jarak jauh dapat difasilitasi dengan tugas offline menggunakan buku teks pelajaran.

"Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan oleh guru yang bersifat kualitatif dan berguna bagi siswa. Tanpa harus memberikan skor atau nilai kuantitatif. Aktivitas belajar bagi PAUD atau TK dapat menyesuaikan," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved