Berita HSS

Siswa Jurusan Tata Busana SMKN 1 Daha Selatan Produksi 500 Lembar Masker 

Siswa Jurusan Tata Busana SMKN 1 Daha Selatan mengisi waktu libur dengan memproduksi sebanyak 500 lembar masker 

istimewa/smkn 1 daha selatan
Siswa SMKN 1 Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan jurusan Tata Busana membuat 500 masker untuk dibagikan ke masyarakat Daha, dalam rangka membantu warga mencegah virus covid-19, Senin (30/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Mengisi waktu libur, siswa SMKN 1 Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) tetap melakukan aktivitas, yaitu praktek menjahit.

Mereka memproduksi 500 lembar masker dari kain sasirangan yang diberi lapisan kain arrow untuk kegiatan sosial, dan akan dibagikan ke masyarakat Daha, yang saat ini kesulitan mendapatkan masker.

Guru jurusan Tata Busana, SMKN 1 Daha Selatan, Sarbini, kepadabanjarmasinpost.co.id, Senin (30/3/2020) menjelaskan, ide memproduksi masker tersebut dari Kepala Sekolah, Mulkan, dengan memanfaatkan kain perca yang banyak dimilili sekolah, karena sering praktek membuat busana.

Namun, kata Sarbini, sebagian mengunakan kain lembaran yang khusus dibeli untuk dibikin masker. Termasuk kain pelapisnya, agar memenuhi standard masker pengaman diri.

VIRAL Pengantin Kenakan Jas Hujan & Masker saat Akad Nikah di KUA, Novia: Mempelai ODP Corona

Cegah Covid-19 di Wilayah TMMD KE-107 di Barabai, TNI Bagi Masker

Cerita Dokter di Surabaya Tertular Corona saat Keluar Toilet, Terpapar Batuk Pasien Tak Bermasker

Dijelaskan, kegiatan tersebut menggunakan dana sekolah. Mereka yang terlibat produksi adalah 20 siswa yang seluruhnya jurusan Tata Busana.

Meski demikian, saat bekerja mereka wajib mengenakan masker dan menjaga jarak ataun social distancing.

"Karena tidak semuanya menjahit, sebagian ada yang menyertika, dan kami tekankan kepada mereka agar menjaga jarak, tetap mengenakan masker dan rajin mencuci tangan,"kata Sarbini.

Disebutkan, siswa jurusan Tata Busana lebih banyak praktek, ketimbang teori, sehingga dengan tetap memerhatikan jarak aman dan kondisi kesehatan, mereka memanfaatkan waktu untuk kegiatan produktif membuat masker.

Mengapa masker? Sarbini menjelaskan, sesuai kondisi saat ini, masker sangat dibutuhkan sebagai upaya mencegah penularan virus berbahaya selain pola hidup bersih dan sehat.

Sementara, kebutuhan masker warga bahkan tenaga medis tidak terpenuhi maksimal, karena di apotek dan toko obat sendiri masker sudah tak ditemukan.

Produksi masker tersebut, kata Sarbini 100 persen untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat, yang nanti disalurkan oleh pramuka sekolah.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved