Berita Balangan

Siswa MAN 4 Balangan Ciptakan Jemuran Takut Hujan, Begini Cara Kerjanya

Siswa MAN 4 Balangan membuat inovasi dibidang sains. Mereka menciptakan jemuran takut hujan.

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Dua siswa MAN 4 Balangan, Putri Mayang Sari dan Nikki Voifana mempersentasikan jemuran takut hujan di Aula Disdik Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Berawal dari keluhan teman sekolahnya di MAN 4 Balangan perihal jemuran basah saat ditinggal, dua siswa MAN 4 Balangan ciptakan jemuran takut hujan.

Ya, sistem jemuran ini menggunakan cara kerja berbasis bahasa pemrograman dalam Arduino uno.

Cara kerjanya, apabila terkena percikan air, tali jemuran akan secara otomatis bergerak untuk membawa jemuran pada posisi kering.

Tentunya rangkaian posisi jemuran pun sudah dibuat sedemikian rupa. Selain itu menggunakan katrol sebagai penggerak.

Nikmati Keindahan Bunga Celosia di Kabupaten Balangan, Cukup Bayar Rp 2.000

Cegah Penyebaran Corona, Gugus Tugas Covid-19 di Balangan Sterilkan Masjid Al Akbar

Bupati Balangan Pantau Layanan Kesehatan di Tengah Upaya Cegah Penyebaran Covid 19

"Bahkan dalam situasi mendung sekalipun atau hujan panas, maka jemuran otomatis bergerak dan membawa jemuran ke tempat kering yang sudah dibuat," ucap pencipta inovasi tersebut, Putri Mayang Sari, saat persentase di Aula Disdik Balangan, Senin (30/3/2020).

Simulasi jemuran takut hujan di praktekan dua siswa MAN 4 Balangan, yakni Putri Mayang Sari dan Nikki Voifana yang didampingi oleh guru pembimbingnya sekaligus Kepala MAN 4 Balangan, Zulfah Magdalena. Dihadiri pula oleh Sekretaris Disdik Balangan, Abdul Basid.

Putri menerangkan, jemuran takut hujan tersebut bisa direalisasikan dalam penggunaan rumah tangga. Namun saat ini timnya juga masih melakukan pengembangan. Adapun dana yang diperlukan lebih dari Rp 800 ribu untuk skala jemuran besar.

Dalam simulasi, dua siswa tersebut memperlihatkan miniatur rumah dan jemuran.

Melalui chip yang sudah diprogram dengan aplikasi arduino uno, jemuran takut hujan pun bisa bekerja. Tentunya didukung pula sejumlah alat sensor, seperti sensor panas dan sensor air.

Penelitian kali ini menjadi riset perdana yang dilakukan oleh siswa MAN 4 Balangan. Terutama dalam bimbingan Zulfah Magdalena. Mereka pun merasa bersyukur karena secara tidak langsung bisa berkembang dan mendapatkan skill yang mereka sukai.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved