Berita Kotabaru

Tidak Punya Anggaran Kebersihan Pasar, Begini Diskoperdag Kotabaru Mensiasati

Diskoperdag Kotabaru tak punya anggaran kerja bakti untuk kebersihan pasar di Kotabaru sehingga mereka harus mensiasatinya

banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kadiskoperdag Kotabaru Dr Mahyudiansyah menyampaikan cara dia mensiasati ketiadaan anggaran untuk kebersihan pasar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperdag) Kotabaru, untuk setahun ke depan sepertinya harus memutar 'otak'.

Petugas harus dituntut bekerja maksimal melakukan pembersihan pasar, selain melaksanakan perbaikan ringan saat ketika adanya keluhan pedagang. Sementara tidak ada ketersediaan anggaran untuk kegiatan tersebut.

Ketidak tersediaan anggaran untuk beberapa kegiatan, misal kerja bakti pembersihan pasar. Pihak Diskoperdag terpaksa mensiati dengan uang konsumsi yakni 'mami' alias makan minum tamu dan rapat.

Hal itu diungkapkan Kepala Diskoperdag Kotabaru Mahyudiansyah. Menurut dia, dari seksi yang ada di bidang stabilisasi, dua seksi tidak tersedia anggaran.

Legislatif-Eksekutif Kotabaru Sepakati Anggaran Rp 10,2 M untuk Pencegahan dan Penanggulangan Corona

UPDATE CORONA KOTABARU - Pemkab Siapkan Rp 8 Miliar Penanganan & Pencegahan Covid-19, ODP 103 Orang

Harga Gula di Pasar Kemakmuran Kotabaru Melambung, Ibu Rumah Tangga ini Semakin Cemas

Kecuali menurut dia, di seksi stabilasi distribusi ada tersedia. Namun hanya untuk kegiatan fisik yang sudah pasti akan dilaksanakan dan dikerjakan oleh pihak ketiga.

Sementara, pun seksi yang menangani barang pokok dan penting (Bapokting), biasanya bekerja sama dengan Satgas Pangan, kegiatan pasar murah mendampingi provinsi, dan pelaporan harga setiap minggu ke BPS dan pihak terkait. Sangat kesulitan karena keterbatasan anggaran, namun tetap dilaksanakan karena menjadi tugas rutin.

Hanya yang cukup memprihatinkan, diakui Mahyudiansyah, di bidang kebersihan tidak tersedia anggaran untuk biaya kebersihan. Sementara setiap minggu dilaksanakan kerja bakti, jumat bersih.

"Kami mensiasati dari hal-hal lain yang bisa menunjang. Minimal untuk membeli minuman untuk anak-anak," ujarnya.

Terlebih untuk pemeliharaan seperti perbaikan insidentil, seperti pemeliharaan got dan atap bangunan yang bocor-bocor di tempati pedagang. Serta ketika adanya kerusakan bangunan dikeluhkan pedagang, terlebih yang rusat berat. Untuk sementara tidak bisa diamomodir, karena tidak adanya anggaran.

"Jadi kami dengan secara maksimal mengupayakan. Tapi bila yang besar-besar tidak mungkin lah bisa menanggulanginya. Misal dak bangunan bocor, itu biayanya lebih Rp 10 juta tidak mungkin. Kalau cuman kaca pecah bisa disiasati dari yang lain-lain," terang Mahyudiansyah.

Harga Kebutuhan Pokok Meroket, Masyarakat Mengeluh, Kadin Kotabaru akan ke Lapangan Memastikan ini

Pedagang Kuliner di Kotabaru Terdampak Wabah Corona, Pendapatan Hanya Rp 300-400 Ribu Per Malam

"Sama bidang yang menangani kegiatan ekspot, itu juga tidak ada anggarannya. Kegiatan bisa dilaksanakan suport ATK, dari rutin. Tapi berkenaan kegiatan dilaksanakan Kementerian, kami tidal mungkin bisa mengakomodir," ujarnya.

Kecuali, jika ada kegiatan semacam pelatihan-pelatihan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved