Berita Kotabaru

Baru 98 Desa di Kotabaru Cairkan Dana Desa, 62 Belum Mengajukan

Dari 198 desa di Kotabaru baru 98 desa yang mengajukan pencairan. Sedangka 38 desa dalam proses dan 62 desa belum mengajukan

banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kepala Bidang Bina Pembangunan Desa, DPMD Kotabaru M Ansor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotabaru mengingatkan, batas waktu pencairan Dana Desa (DD) bersumber dari Pemerintah Pusat hingga minggu kedua bulan Juni mendatang.

Resikonya, jika sampai batas waktu ditargetkan, desa tidak mengusulkan maka seluruhnya DD tidak bisa dicairkan atau hangus.

Diketahui jumlah desa di Kabupaten Kotabaru sebanyak 198 desa. Dari jumlah itu, baru 98 desa sudah mencairkan DD tahap satu. Sedangkan 38 desa dalam proses, sementara 62 desa belum  mengajukan.

"Jadi sudah sekitar 50 persen DD sudah cair," kata Kepala DPMD Kotabaru melalui Kepala Bidang Bina Pembangunan Desa M Ansor kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (31/3/2020).

Khawatir ini, Warga Kotabaru Tegas Menolak Rusunawa Jadi Tempat Isolasi Pasien Corona

Anggaran Perjalanan Dinas Dana Desa di Tabalong Dialihkan untuk Penanggulangan Corona

Legislatif-Eksekutif Kotabaru Sepakati Anggaran Rp 10,2 M untuk Pencegahan dan Penanggulangan Corona

Menurut Ansor, dari 38 desa yang pencairannya dalam proses. Sebagian di antaranya atau 16 desa sudah tahap pengamprahan.

Hanya lanjut Ansor, pola pencairan berubah dari pola sebelumnya setelah diajukan ke DPMD, dilanjutkan proses ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dikeluarkan SP2D (Surat Permintah Pencairan Dana).

"Sekarang beda. Masuk ke BPMD dicek berkas kelengkapan, diteruskan ke BPKAD kemudian ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setelah pencairan langsung masuk ke rekening kas desa," jelas Ansor.

Menurut Ansor, perubahan pola pencairan DD tersebut sesuai PMK (Peraturan Menteri Keuangan) nomor 205 tahun 2019 Tentang Pengelolaan Dana Desa.

"Sekarang KPPN, jadi SP2D tidak di BPKAD lagi. Setelah dipotong RKUD (Rekening Kas Umum Daerah). Setelah dipotong baru dimasukan ke rekening masing-masing desa," terangnya.

Dibangun dari Dana Desa, Begini Penampakan Megah Gedung Serbaguna di Desa Kambang Kuning Tapin

Kabupaten Balangan Terima Penghargaan Pencairan Dana Desa Paling Awal di Indonesia

Berapa besaran DD diterima masing-masing desa ?. Sambung Ansor, DD diterima masing-masing desa dengan besaran berpariatif. Tergantung kondisi sosial masyarakat di masing-masing, namun DD paling besar Rp 1,6 miliar lebih dan terendah Rp 700 juta.

Adapun sistem pencairan DD yaitu dalam tiga tahap, pertama 40 persen, kedua 40 persen dan tahap tiga 20 persen. "Kalau sebelumnya 20 persen, 40 persen, 40 persen," pungkas Ansor.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved