Wabah Corona di Kalsel

50 Pedagang Batal Jualan di Pasar Ramadan Pelaihari karena Virus Corona

Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), terpaksa meniadakan Pasar Ramadhan untuk cegah penyebaran virus corona.

banjarmasinpost.co.id/elhami
ILUSTRASI - Pasar Ramadan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seorang pedagang bernama Kiah terpaksa batal berjualan di Pasar Ramadhan Pelaihari, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahlaut, Kalimantan Selatan ( Kalsel )  menetapkan takkan mengadakannya.

"Mau gimana lagi, tidak bisa berjualan," ucap pasrah penjual nasi ini kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (31/3/2020).

Sebagai gantinya, dia berencana berjualan di tempat lain selama Ramadhan nanti.

"Rencana, berjualan di depan Balai Desa Gunung Melati nanti," ujarnya.

Memang bagi Kiah masih beruntung lantaran sudah memiliki langganan, sehingga masih ada yang membeli dengan cara pesan kepadanya. "Lewat online juga nanti," sebutnya.

Ia pun menyayangkan batalnya Pasar Ramadhan, terlebih sudah 15 tahun selalu ikut serta.

Meski Berpuasa, Sanggar Tari Ini Tak Pernah Absen Isi Hiburan Pasar Ramadan Pelaihari

Persiapan Pedagang yang Akan Mengisi Stan Tanahlaut Ramadhan Expo 2018

Namun, dia mengaku mengikuti saja aturan pemerintah.

Sebelumnya, Pemkab Tanahlaut meniadakan pasar Ramadhan lantaran wabah virus corona atau Covid-19.

Kadis Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, Ismail Fahmi, saat dikonfirmasi, mengatakan, Pasar Ramadan terpaksa ditiadakan lantaran tak boleh ada kerumunan orang sehingga dapat menularkan virus corona atau Covid-19.

Keputusan tersebut ujarnya terpaksa diambil, demi kesehatan dan keselamatan warga Kabupaten Tanahlaut.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved