Wabah Corona di Kalsel

Dampak Covid-19 di Kalsel, Terminal Bandarmasih Ditutup

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) memberlakukan kebijakan pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel, pelabuhan laut pun ditutup.

BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Pelabuhan Bandarmasih Trisakti Banjarmasin sepi, Rabu (1/4/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin melakukan penutupan Pelabuhan Bandarmasih Trisakti Banjarmasin, Rabu (1/4/2020).

Hal itu menyikapi Keputusan Gubernur (Kepgub) Kalsel Nomor 188 44/0210/ KUM/2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang yang Datang dari Luar Daerah Provinsi,

Mulai Rabu (1/4/2020), tidak lagi memberangkatkan penumpang baik dari Banjarmasin dan sebaliknya.

Tidak ada lagi penumpang yang datang dari luar provinsi di Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti Bandarmasih, untuk sementara pintu masuk ditutup.

Kebijakan tersebut dampak dari wabah corona atau Covid-19 yang terjadi di Provinsi Kalsel.

Penutupan Terminal Pelabuhan, juga tertuang dalam surat edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE 13 Tahun 2020, tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik dan Pelayaran Pelabuhan.

Pembatasan Orang Masuk Kalsel, Maskapai Dibatasi 1 Penerbangan

Kemungkinan Tutup Bandara, Juru Bicara GTPPP Covid-19 M Muslim Bilang Tunggu Kebijakan Pimpinan

Berisiko Terpapar dari Pendatang, Forkopimda Tanbu Usulkan Lockdown Pelabuhan dan Bandara ke Pusat

UPDATE CORONA BANJAR - Gugus Covid-19 Ingin Buka Posko di Bandara, Ini Tujuannya

UPDATE COVID-19 Kalsel - 8 Orang Positif Corona, Dua Orang Isolasi Mandiri

Kapal-kapal, untuk sementara tidak diperbolehkan lagi mengangkut penumpang masuk ke pelabuhan.

Dampak penutupan, terminal penumpang yang biasa ramai dengan penumpang yang akan berangkat, terlihat sepi.

Bahkan ada penumpang yang datang dan tidak mengetahui bahwa terminal ditutup, bingung, seperti yang diutarakan Masrani.

"Kaget juga terminal tutup, padahal mau pulang ke Madura bersama istri. Pantas, mau beli tiket di agen, sudah tidak dilayani lagi. Langsung ke terminal, juga tidak bisa. Kalau begini, bingung juga jadinya," ucap dia.

Aktivitas keberangkatan dan kedatangan di terminal penumpang sepi, membuat para pedagang makanan dan minuman juga tutup.

Hanya beberapa orang sopir truk angkutan barang saja yang hilir mudik sambil melihat jadwal kapal, terlihat juga ada beberapa petugas pelabuhan yang berjaga.

Menurut seorang petugas, mulai Rabu (1/4/2020) tidak ada lagi penumpang yang berangkat dan hanya melayani keberangkatan truk angkutan barang saja itupun hanya dibawa sopir dan seorang kernet.

"Hari ini terakhir, tinggal menunggu kedatangan Kapal Mutiara Ferindo sekitar pukul 19.00 Wita yang mengangkut 19 orang penumpang dari Surabaya. Selanjutnya, untuk sementara waktu, tidak ada lagi penumpang yang berangkat ataupun yang datang, rencanaya pintu masuk ke terminal penumpang pelabuhan akan digembok, ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

Penulis: Aya Sugianto
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved