Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU

Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU Dirintis Kelurga Sejak 2005

Atas inisiatif mantan kepala desa, Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalimantan Selatan ( Kalsel ) memiliki pusat kerajinan khas daerah.

BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Etalase hasil kerajinan di Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Selasa (31/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Galeri Kembang Ilung merupakan satu lokasi yang ikut menambah kekhasan daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) , Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Galeri yang berada di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, itu dikelola Sopianor dan pengunjung  bisa mendapatkan berbagai kerajinan tangan khas.

Ada produk anyaman yang dihasilkan galeri ini, bahan dasarnya mayoritas dari tumbunan eceng gondok dan jenis tanaman purun.

Menurut Sopianor, galeri miliknya ini dirintis pada ahun 2005, sejak awal mula dirinya terjun ke dunia kerajinan.

"Awal mula terjun ke kerajinan khususnya eceng gondok dan purun itu bermula pada tahun 2005," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (31/3/2020).

VIDEO Pedagang Tas Purun Ini Berjualan Turun Temurun di Pasar Kerajinan Amuntai

Tas Purun di Pasar Kerajinan Amuntai ini Sudah Terjual Hingga ke Pulau Jawa

Pedagang Tas Purun Ini Berjualan Turun Temurun di Pasar Kerajinan Amuntai

Video Pembuatan Mebel dari Eceng Gondok di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan

Dibuat dari Bahan Eceng Gondok di Kabupaten HSU Kalsel, Satu Set Kursi Tamu Ini Laku Jutaan Rupiah

Diawali saat dirinya menjabat Kepala Desa Banyu Hirang dan di akhir masa jabatanmenginginkan warga  harus bisa memajukan kerajinan yang sudah ada sejak turun-temurun.

Lalu hal itu ditindaklanjutinya dengan koordinasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga akhirnya disetujui ada pemberian pelatihan.

Pertama kali pelatihan dilakukan di Desa Banyu Hirang dengan melibatkan 30 warga dari Desa Banyu Hirang, Desa Pulau Tambak dan Desa Rukam Hulu.

"Setelah pelatihan itu dari keluarga kami yang melanjutkan karena melihat kerajinan ini ke depannya bisa menambah nilai ekonomi masyarakat," katanya.

Dengan menggunakan rumah sendiri usaha membuat kerajinan akhirnya digeluti hingga sekarang. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved