Wabah Corona di Kalsel

UPDATE CORONA BANJAR - Gugus Covid-19 Ingin Buka Posko di Bandara, Ini Tujuannya

ODP di Kalsel kebanyakan warga yang bepergian lewat jalur udara menjadi salah satu alasan gugus tugas Covid-19 Banjar berencana buka posko di bandara

banjarmasinpost.co.id/roy
KETUA Gugus Tugas Covid-19 Banjar HM Hilman saat rapat bersama Forkominda Banjar, Selasa kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Menyusul adanya kasus positif covid-19 di Kabupaten Banjar, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), meningkatkan pemantauan arus orang masuk ke Kabupaten Banjar.

Pemantauan tersebut antara lain direncanakan dilakukan di bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru.

"Hal ini mengingat Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ada saat ini sebagian besar melalui lalu lintas udara, yang masuk ke Banjar atau bekera di Banjar," sebut Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Banjar HM Hilman ST MT, Rabu (1/4/2020).

Terobosan Luna Maya Soal Kisah Cintanya, Lakukan Hal Ini pada Bisnisnya

Jubir Presiden Angkat Bicara Soal Guru Gelar Arisan saat Murid Diliburkan akibat Corona

Jumlah Donasi yang Sudah dr Tirta Salurkan untuk Wabah Covid-19 Diungkap, Jawab Tudingan Ini

Hilman yang juga sekretaris daerah (sekda) Pemkab Banjar ini mengatakan saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan otoritas bandara setempat.

Tahap awal, pihaknya ingin melakukan pendataan terhadap penumpang pesawat guna mengetahui ada tidaknya yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Banjar.

"Nah ini sekarang masih sedang diproses bekerjasama dengan pihak bandara. Kalau memungkinkan ada tempat, kita ingin dirikan posko di bandara untuk mempermudah pelaksanaan pemantauan," sebutnya.

Namun jika di bandara tidak ada tempat untuk mendirikan posko, lanjut Hilman, pihaknya akan membawa penumpang yang akan masuk ke Kabupaten Banjar ke tempat lain untuk dilakukan pemeriksaan.
"Misalnya dibawa dulu ke tempat karantina untuk dilakukan tahapan berikutnya," tandas Hilman.

Melalui upaya tersebut setidaknya akan diperoleh data yang detail dari tiap orang yang masuk ke Kabupaten Banjar, terutama alamat dan paling tidak nomor kontak.

Dengan begitu pemantauan menjadi lebih mudah karena tiap saat bisa berkomunikasi melalui gawai.

"Jadi, kalau sewaktu-waktu dibutuhkan tracking ke depannya misalnya sebagai dasar pelacakan penyebaran virus, itu bisa jadi dasar kami," ucap Hilman.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved