Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU

VIDEO Mengunjungi Galeri Kembang Ilung Sentra Kerajinan di Kabupaten HSU

Usaha kerajinan di Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalsel, terus berkembang.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan,  Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), adalah satu lokasi yang telah menambah kekhasan daerah setempat.

Di galeri yang dikelola Sopianor itulah, bisa didapatkan berbagai kerajinan tangan khas dengan bentuk dasar anyaman.

Produk anyaman yang dihasilkan galeri ini bahan dasarnya mayoritas dari tumbunan eceng gondok dan juga ada yang dari tanaman purun.

Galeri Kembang Ilung ini, dirintis sekitar tahun 2005 yang awalnya hanya menggunakan rumah berukuran 3x15 meter.

Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU Dirintis Kelurga Sejak 2005

Semula Berkarya di Rumah, Kini Adi Galeri Kerajinan Khas Kabupaten HSU

Produk Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU Sering Ikut Pameran Level Nasional

Lalu di tahun 2017 mulai dibangun dengan dana sendiri serta ditambah bantuan dari Bank Indonesia.

Setelah satu tahun bangunan selesai didirikan dan saat ini sudah difungsikan sesuai rencana.

Bangunan ini di ruang bagian depan dilengkapi dengan galeri untuk memajang produk, bagian tengah untuk menjemur bahan dan di bagian belakang menjadi tempat produksi.

Sopianor, pemilik Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Selasa (31/3/2020).
Sopianor, pemilik Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara ( HSU ), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Selasa (31/3/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN)

Masih menurut Sopianor, di awal-awal produk yang diolah memang tidak begitu banyak jenisnya.

Seperti tas hanya ada beberapa bentuk, namun sekarang untuk tas sudah dibuat setidaknya ada 50 macam.

Selain tas yang sudah dibuat dengan berbagai bentuk, di galeri ini juga dibuat barang-barang lain dengan harga bervariasi, ada yang murah dan juga mahal.

Seperti kursi tamu dari eceng gondok dengan harga jutaan rupiah, tas berhias batu akik yang harganya juga lumayan mahal.

"Di galeri atau di kelompok Kembang Ilung ini kalau ada pesanan bentuk apapun harus diterima. Walaupun tidak pernah dikerjakan, itu harus bisa. Itu suatu tantangan bagi kelompok Kembang Ilung untuk maju," ucapnya.

Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU Serap Warga Desa Jadi Tenaga Kerja

Kerajinan di Galeri Kembang Ilung Kabupaten HSU Bernilai Jutaan Rupiah

VIDEO Pedagang Tas Purun Ini Berjualan Turun Temurun di Pasar Kerajinan Amuntai

Lalu terkait pasar, menurut Sopianor, hasil kerajinan yang mereka buat tak hanya diminati masyarakat lokal.

Dengan keunikan yang dihasilkan, produk kerajinan dari Galeri Kembang Ilung juga banyak diminati orang-orang dari luar negeri.

"Ada dari Korea, Cina dan Belanda," katanya.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri hasil kerajinannya sudah pernah dijual hampir ke seluruh daerah. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved