Breaking News:

Berita Banjarbaru

Disbunnak Kalsel Sebut Serapan Ayam Potong Turun 50 Persen Akibat Corona

Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Kalsel menyebut dampak virus corona atau Covid=19 dirasakan peternak ayam potong.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
ILUSTRASI - Peternak ayam harus rutin menjaga kebersihan kandang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wabah corona atau Covid-19 juga berimbas ke serapan ayam broiler.

Guna mengatasinya, peternak ayam broiler disarankan menggunakan aplikasi, guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Suparmi, Kamis (2/4/2020), menjelaskan, serapan ayam potong biasanya memenuhi keperluan katering, hotel-hotel dan pasar tradisional.

Kini, mereka mengalami penurunan sekitar 50 persen.

Karena itu, layanan aplikasi bisa menjadi solusi.

Efek Corona, Pedagang Ayam Ras Potong di Pasar Tradisional Banjarmasin Keluhkan Pembeli Sepi

Pedagang Ayam Harapkan Kondisi Cepat Normal

Sepi Pembeli, Pedagang Ayam Potong Terpaksa Gunakan Lemari Pendingin

Sepi Pembeli Dirasa Pedagang Daging Pasar Kemakmuran Kotabaru karena Corona

Pakan Ternak Langka, Peternak Ayam di Kalsel Mulai Gelisah

Broker Luar Bikin Repot Peternak Ayam Kalteng

Sementara itu, Disbunnak Kalsel di Bidang Kesehatan Hewan dan PKsehatan Masyarakat Veteriner akan membantu dalam kegiatan disinfeksi dan penyediaan bahan desinfektan.

"Selain membantu protokol Covid-19, juga dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada petugas medik veteriner yang tersebar di semua daerah untuk ikut berpartisipasi," jelasnya.

Terpisah, Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Kalsel, Junaidi, membenarkan perihal dampak yang dirasakan peternak ayam potong akibat wabah virus menular ini.

Dalam kondisi normal, distribusi pasokan ayam untuk beberapa wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanahlaut mencapai 130.000 ekor per hari.

"Karena kondisi pembatasan hubungan warga, stok melimpah. Karena, serapan ayamnya kebanyakan untuk acara dan penjualan, telah ditiadakan dan dibatasi," runutnya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved