Berita Jakarta

FAKTA Pencopotan Kapolsek Kembangan, Langgar Maklumat Kapolri dan Gelar Penikahan saat Corona

Maklumat yang dilawan Kompol Fahrul Sudiana karena malangsungkan acara resepsi penikahan disaat warga dilarang polisi

Akun Instagram
Tangkapan layar foto pesta pernikahan Kompol Fahrul Sudiana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mabes Polri mencopot Kapolsek Kembangan Jakarta Barat, Kompol Fahrul Sudiana dari jabatannya karena terbukti melanggar Maklumat Kapolri.

Maklumat yang dilawan Kompol Fahrul Sudiana karena malangsungkan acara resepsi penikahan disaat warga dilarang polisi menggelar acara perkawinan di tengah wabah corona.

Setelah dicopot dari jabatan Kapolsek Kembangan Jakarta Barat, kini Kompol Fahrul Sudiana dijadikan sebagai analis kebijakan Polda Metro Jaya.

Pencopotan ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Fahrul dicopot setelah melalui pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya.

Wabah Corona Bawa Kebahagiaan bagi Roro Fitria, Bebas Bersama 30.000 Narapidana

Waduh! Oknum Kapolsek Gelar Resepsi Pernikahan saat Polisi Bubarkan Perkawinan Warga

Mulai Hari Ini, WNA Tak Boleh Masuk Indonesia, Mau Pengecualian? Ini Syaratnya

UPDATE Menggembirakan Corona Hari Ini: Ada 194.277 Orang Sembuh di 203 Negara

"Menyangkut beredarnya foto Kapolsek Kembangan di media sosial tentang perkawinan yang digelar pada tanggal 21 Maret yang lalu, maka yang bersangkutan diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/4/2020).

"Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya, sejak hari ini yang bersangkutan di mutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai analis kebijakan," lanjutnya.

Ia mengatakan, Fahrul terbukti telah melanggar maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis yang melarang masyarakat tidak boleh berkumpul maupun membuat acara perkumpulan demi menghindari penyebaran Covid-19.

"Hasil propam Polda metro Jaya telah melanggar disiplin dan juga melanggar maklumat Kapolri yang sudah tegas dalam maklumat itu dalam rangka menghadapi penyebaran Covid-19 sekarang ini agar tidak ada kegiatan masyarakat yang sifatnya mengundang massa yang berkumpul," papar Yusri.

Dia menegaskan, maklumat tersebut tidak hanya berlaku dengan masyarakat biasa.

Namun anggota polisi juga diminta untuk menerapkan maklumat tersebut tanpa alasan apapun.

"Maklumat Kapolri tidak hanya berlaku untuk masyarakat saja tapi berlaku juga untuk anggota Polri dan keluarganya. Jadi kalau ada yang tidak menaati maka siapapun itu harus siap dengan segala konsekuensinya," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolsek Kembangan Dinilai Langgar Maklumat Kapolri Karena Gelar Pesta Nikah di Tengah Wabah Corona,

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved