Berita Kalteng

Kota Palangkaraya dan Sampit MasukTertinggi Deflasi Nasional

Kota Palangkaraya dan Kota Sampit di Kalteng, menempati peringkat ke-25 dan ke-24 kota deflasi tertinggi di tingkat nasional.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
ILUSTRASI - Pertokoan di Jalan Iskandar merupakan pusat perdagangan yang ada di Kota Sampit atau Kota Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim ), Kalimantan Tengah ( Kalteng ). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dua daerah di Kalimantan Tengah ( Kalteng ),  yakni Kota Palangkaraya dan Kota Sampit dalam bulan Maret 2020 ini masuk dalam peringkat ke-25 dan ke-24 kota deflasi tertinggi di tingkat nasional.

Tingkatan itu berdasarkan kajian Badan Pusat Stastistik (BPS) Provinsi Kalteng.

Kota Palangkaraya dan Sampit merupakan barometer yang dipakai BPS untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi untuk wilayah Kalteng dalam setiap bulannya.

"Kota Palangkaraya dan Sampit, menempati peringkat ke-25 dan ke-24 kota deflasi tertinggi di tingkat nasional," ujar Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, Kamis (2/4/2020).

Provinsi Kalteng, mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, acuannya, Kota Palangkaraya dan Sampit, yang masing-masing mengalami deflasi, yakni 0,20 persen dan 0,26 persen selama bulan Maret 2020.

UPDATE Virus Corona Dunia : Ada 1 Juta Lebih Kasus Covid-19 dan Tersebar di 203 Negara

BPS Kalteng Beberkan Jasa Trasnportasi Laut dan Udara Alami Penurunan

BPS Kalteng Gelar FGD Susun Irio 2019, Rencana Pemindahan Ibu Kota RI Turut Dibahas

Terungkap, Data BPS Kalteng Masih Dipakai Untuk Menyusun Skripsi Mahasiswa

Wali Kota Palangkaraya Siapkan Sembako untuk Warga Terdampak Virus Corona

Warga Sampit Pilih Belanja Seminggu Sekali, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Sepinya Pengunjung

"Dari 90 kota pantauan IHK nasional, 43 kota di antaranya mengalami inflasi, dan 47 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe (0,64 persen) dan deflasi tertinggi di Timika (1,91 persen)," ujarnya.

Dia menjelaskan, deflasi Palangkaraya sebesar (0,20 persen), dipengaruhi penurunan indeks harga pada sejumlah kelompok,transportasi sebesar (1,24 persen), makanan, minuman, dan tembakau sebesar (0,46 persen), serta informasi, komunikasi, dan jasa sebesar (0,10 persen).

Sedangkan, Deflasi di Sampit sebesar (0,26 persen), dipengaruhi kenaikan indeks harga sejumlah kelompok, yakni transportasi sebesar (1,48 persen), makanan, minuman, dan tembakau sebesar (0,34 persen), serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar (0,01 persen).

Wapres Maruf Amin Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik Saat Virus Corona Mewabah

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved