Berita Tanahbumbu

ODP Corona Cukup Tinggi, Pemkab Tanahbumbu Tetap Tak Lakukan Karantina

ODP di Tanbu hingga Kamis sebanyak 125 orang. Namun,hingga kini Pemkab Tanahbumbu belum memutuskan untuk melakukan karantina.

istimewa/sekda tanbu
Pencegahan yang dilakukan di Bandara Bersujud Tanbu, bagi yang masuk ke Tanbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dampak dari penyebaran Virus Corona atau Covid-19, membuat semua daerah harus melakukan berbagai upaya pencegahan  untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Tanhbumbu cukup tinggi. Sudah ada sebanyak 125 hingga pukul 13.00 wita, pada Kamis (2/4/2020). Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sudah ada 4 orang namum sudah dinyatakan negatif covid-19.

Ada sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tanahbumbu. Dan yang paling banyak ODP ada di wilayah Kecamatan Kusan Hilir yakni 110 ODP.

Meski ODP cukup banyak, tak ada karantina yang dilakukan  tim gugus tugas, hanya karantina mandiri saja untuk yang statusnya ODP.

Basmi Corona, Aparat Desa Sungai Lembu Tanahbumbu Semprotkan Desinfektan

Pemkab Tanahbumbu Bagikan Paket Sembako Kepada ODP di  Kusan Hilir

Pantau Langsung Bandara Bersujud, Sekda Tanahbumbu Khawatirkan Pendatang Bawa Covid-19

Menurut Camat Kusan Hilir, Dewi Murni, mengakui hal itu. Namun sebagian ODP sudah tak termasuk lagi, kendati demikian, wilayahnya menjadi terbanyak ODP se Kabupaten Tanahnumbu.

"Menyikapi itu, kami hanya meminta untuk isolasi mandiri di rumah. Sementara untuk kebijakan karantina, belum ada. Kami mengikuti arahan Kabupatan," katanya.

Sementara itu, Camat Angsana, Ferdy Yosfi saat dihubungi mengatakan untuk ODP di wilayahnya juga ada beberapa, apalagi di wilayahnya banyak perusahaan dan pelabuhan menjadi perhatian penting. Namun tak ada karantina karena belum bisa dn belum ada arahan.

"Kami belum ada karantina, yang ada itu cuma isolasi mandiri dan lingkungan. Untuk larangan-larangan ya kita tidak bisa juga melarang untuk keluar masuk daerah, belum bisa," katanya.

Sementara itu, pantauan Bpost terkait udara di bandara Bersujud, tidak ada penerbangan. Sebab menurut Kepala UPT Bandara Bersujud Sri Wahyuni, Wings Air sudah mengurangi penerbangan.

"Sekarang cuma 4 kali dalam satu minggu, yakni hanya Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Itu pun cuma sekali saja yakni dari Banjarmasin saja, sementara dari Makassar banyak yang dibatalkan," katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahnumbu, H Rooswandi Salem, mengatakan saat ini pengawasan lebih penting dilaksanakan. Semua perbatasn dijaga dan permintaan Pemerintah Daerah juga sudah menyampaikan agar sementara penerbangan dan pelabuhan ditutup sementara.

"Kita sudah kirim surat ke Kementrian Perhubungan, tapi belum ada jawaban. Kita masih tunggu. Kalau untuk lockdown seperti kita tidak bisa atau karantina juga tidak, ditakutkan akan berdampak besar makanya belum bisa diterapkan," katanya.

Cegah Penyebaran Covid-19 di Balangan, 3 Kecamatan Disemprot Disinfektan

VIDEO Menara Suar Tanjung Petang Kabupaten Tanah Bumbu Kini Berusia 110 Tahun

Ada Sumur yang Airnya Tak Pernah Kering dan Tak Terasa Asin di Kubah Pagatan Kabupaten Tanahbumbu

Bila berbicara soal harapan daerah, tentu sementara membatasi orang luar masuk ke Tanbu karena ditakutkan masuk membawa virus. Namun itu belum bisa dilakukan karena kewenangan penutupan bandara dan pelabuhan dari Kementrian, yang mengeluarkan kebijakan.

"Untuk melarang masuk ke daerah kita, ya jelas tidak mungkin. Namun dengan cara pembatasan tentu akan membantu sekali sebagai langkah pencegahan dn tidaknada arus mudik kalau transportasinya tidak ada," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved