Selebrita

Syekh Puji Nikah Tengah Malam Lalu Si Bocah Dipangku, Begini Sikap Komnas Perlindungan Anak

KPAI Jateng laporkan Syekh Puji ke Polda Jateng. Saksi menyebut Syekh Puji menikahi si bocah tengah malam.

Syekh Puji 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Pemberitaan tentang pernikahan kontroversial Syekh Puji dengan seorang bocah berusia 7 tahun berinisial D masih ramai di linimasa.

Kecaman dan hujatan terhadap tindakan pria kelahiran 4 Agustus 1965 yang bernama lengkap Pujiono Cahyo Widianto ini terus bermunculan.

Tak hanya kecaman, bahkan aksi melaporkan Syekh Puji ke aparat hukum pun dilakukan Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah.

Sebelum melapor ke Polda Jateng, Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah, Endar mengaku telah melakukan pengecekan pada sejumlah pihak.

"Saya mendatangi dua orang saksi lain. Juga ibu korban yang bernama Edg di rumah masing-masing dan mereka semua mengakui adanya pernikahan tersebut dan juga melihat tindakan pencabulan terhadap D yang dilakukan oleh Syeh Puji di pondok dan kediaman Syekh Puji setelah pernikahan siri tersebut" jelas Endar, Kamis (2/4/2020).

Syekh Puji Dikabarkan Nikah Lagi dengan Bocah 7 Tahun, Nafa Urbach Sentil KPAI

Anang Hermansyah Puji Habis-habisan Nella Kharisma Depan Ashanty, Rival Via Vallen Disebut Begini

Salah satu saksi pelapor, yang merupakan keponakan Syekh Puji, Apri ikut menjadi saksi pernikahan siri antara Syekh Puji dengan D pada Juli 2016.

Endar melanjutkan, saksi Apri meceritakan, dirinya ditelepon oleh Syekh Puji untuk diundang datang menjadi salah satu saksi pernikahan siri antara Syekh Puji dengan bocah berinisial D.

"Kemudian setelah acara pernikahan siri yang dimulai tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB, Syekh Puji menyuruh D duduk di pangkuannya kemudian dicumbui oleh Syekh Puji dengan disaksikan oleh Apri dan beberapa saksi yang lain. Lantas, menjelang Subuh Apri pulang dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan oleh pasangan pengantin baru tersebut" jelas Endar.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, pihaknya sedang dalam proses penyelidikan.

"Poses penyelidikan dilakukan dengan memeriksa kepada enam saksi untuk memberikan keterangan dan bukti terkait kasus tersebut," kata Iskandar dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved