Berita Banjarmasin

VIDEO Terdakwa Korupsi Alkes Di RSUD Ulin Banjarmasin Minta Bebas

Terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin , Misrani minta dibebaskan

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin , Misrani meminta kepada majelis hakim untuk membebaskannya dari segala dakwaan jaksa penuntut umum.

Hal ini disampaikan penasehat hukumnya Agus Pasaribu SH dan rekan pada sidang lanjutan dengan materi pembacaan pembelaan (pledoi) di PN Tipikor Banjarmasin, Rabu (1/4/2020) siang,

Pada sidang yang berlangsung dengan teleconference ini dan dipimpin hakim Purjana SH ini terdakwa masih berada di Lapas Banjarmasin. Meski begitu sidng cukup jelas karena menggunakn proyektor dari Kejari Banjarmasin dan menggunakan mike.

Agus Pasaribu SH usai sidang mengatakan inti pembelaan mereka yakni kliennya tak terbukti bersalah, dengan bukti -bukti yang ada dan dari keterangan saksi dan ahli bahwa tedakwa tak ada hubungan dengan ini.

VIDEO Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD Ulin Banjarmasin, Terdakwa Dihadirkan Via Video Conference

Ribuan Alkes dari Menkes RI Tiba di Kalsel, Syaifullah Tamliha : untuk Garda Terdepan Virus Corona

VIDEO Kepala ULP Jadi Saksi Kasus Korupsi Alkes Di RSUD Ulin Banjarmasin

"Kalau pun rumah sakit diikatakan salah bukannya klien kita tapi siapa pengguna anggaran dan dari keterangan saksi tidak ada yang dirugikan ," ucapnya.

Menurutnya ada sesuatu yang disembunyikan dan dilain pihak dikatakan bahwa kliennya bersama-sama melakukan korupsi tapi bersama sama siapa dan ini harus jelas. Ia pun menilai JPU terlalu memaksakan menjerat terdakwa jadi terdakwa.

"Harapannya kami minta sesuai fakta-fakta persidangan bahwa klein kami tidak bersalah dan ada hubungn dengan ini. Dan klien kami hanya membuat sesuai dengan peritah dari pengguna anggaran. Semua ini atas perintah pengguna anggaran dalam hal ini direktur RSn dan harapan kami kepada yg mulia (hakim, Red) dengan fakta-fata persidangan minta terdakwa dibebaskan," ucapnya.

Sebelumnya, terdakwa Misrani dituntut JPU empat tahun enam bulan penjara. Tak hanya itu oleh JPU terdakwa diharuskan membayar denda Rp200 juta , subsider enam bulan penjara.(Banjarmasinpost.co.id /irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved