Berita HSU

Bahan Baku Melambung, Pembuat Minuman Herbal di HSU Ini Naikan Harga

Pembuat minuman herbal di HSU ini terpaksa menaikan minuman herbal olahannya menyusul melambungnya bahan baku

banjarmasinpost.co.id/dony usman
Proses pengolahan minuman herbal Alkarimi di HSU. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Semenjak penyebaran virus corona merebak, minuman herbal menjadi salah satu yang banyak dicari masyarakat.

Bertambahnya permintaan ini juga dirasakan industri rumah tangga minuman herbal Alkarimi Home Industri, yang ada di Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, HSU.

Menurut Aripin (45), pemilik Alkarimi Home Industri, saat ini memang ada peningkatan permintaan.

"Alhamdulillah ada peningkatan, banyak dicari orang khususnya jahe," kata Arpani, Jumat (3/4/2020).

Video Industri Rumah Tangga Pembuat Minuman Herbal Berbahan Rempah di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Warga HSU Pasarkan Minuman Herbal Hingga Kaltim, Sakit Rematik Aripin Membawa Berkah

Mau Minuman Herbal Tanpa Pengawet? Ini Alternatifnya

Mereka yang mencari minuman herbal di tempatnya ada yang berasal dari HSU sendiri dan juga ada yang dari luar provinsi, seperti Kaltim.

Hanya saja, untuk saat ini belum bisa mengirim ke Balikpapan dan Samarinda karena situasi yang mulai ada pembatasan.

Diungkapkannya juga, meski minuman herbal banyak dicari namun dari sisi keuntungan tidak terlalu banyak berdampak.

Ini dikarenakan rempah yang menjadi utama minuman herbal miliknya juga mengalami kenaikan harga.

"Bahan-bahannya naik semua.Jahe yag biasanya cuma Rp 15 ribu perkilo sempat naik sampai Rp 18 ribu tapi ni mulai turun jadi Rp 65 ribu," katanya.

Begitu pula dengan gula, juga mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi dari harga Rp 475.000 persak menjadi Rp 950.000 persak.

Sering Jatuh Sakit, Kepala Dinas di Kotabaru Ini Pilih Jadi Pengusaha Minuman Herbal Jahe

15 Tanaman Herbal Antivirus, Alternatif Menjaga Imun Tubuh Saat Pandemi Virus Corona atau Covid-19

Dengan hargan bahan baku yang mengalami kenaikan maka pihaknya terpaksa juga menaikkan harga sebagian produk untuk mengimbangi harga bahan baku.

Untuk harga jual saat ini, harga partai  yang dulu kemasan harga Rp 11.000 naik jadi Rp 12.000 dan yang kemasan Rp 22.000 naik jadi Rp 24.000.

"Yang diproduksi jahe, kunyit kuning, temulawak, dan kunyit putih," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved