Breaking News:

DPRD Kotabaru

Bahan Pokok Dikeluhkan, Komisi 1 DPRD Kotabaru dan Forkopimca Sidak

Menyikapi banyaknya keluhan warga terkait harga kebutuhan pokok, Sekretaris Komisi I DPRD Kotabaru bersama Forkopimca gelar sidak ke toko dan warung

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
Istimewa
Sekretaris Komisi 1 DPRD Kotabaru Rabbiansyah (tengah) bersama Forkopimca Sampanahan, Kepala Puskesmas dan Kades sidak harga Bapokting di sejumlah toko dan warung di kecamatan setempat_1 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Banyak masyarakat mengeluhkan mahalnya harga beberapa barang pokok dan penting (Bapokting), langsung disikapi anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) 3, Rabbiansyah.

Bersama-sama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) setempat, Rabbiansyah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah toko dan warung Bapokting di wilayah Desa Gunung Batubesar, Kecamatan Sampanahan.

Menurut Rabbiansyah yang akrab dipanggil Roby, ini sidak harga dilakukan dengan melibatkan Camat, Danramil, Kapolsek didapati data harga beberapa Bapokting yang masih stabil seperti beras dan telur.

Tidak mau ketinggalan, dalam sidak juga diikuti Kepala Puskesmas dan Kepala Desa se-Kecamatan Sampanahan.

Kecuali dua item Bapokting mengalami kenaikan signifikan jelas, Roby, terlebih seperti harga gula pasir karena dampak merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Komisi 1 DPRD Kotabaru Rabbiansyah (tengah) bersama Forkopimca Sampanahan, Kepala Puskesmas dan Kades sidak harga Bapokting di sejumlah toko dan warung di kecamatan setempat_1
Sekretaris Komisi 1 DPRD Kotabaru Rabbiansyah (tengah) bersama Forkopimca Sampanahan, Kepala Puskesmas dan Kades sidak harga Bapokting di sejumlah toko dan warung di kecamatan setempat_1 (istimewa)

Sebelumnya ada wabah Covid-19, lanjut Roby, harga gula pasir dijual pedagang rata-rata Rp 15 ribu sampai Rp 18 ribu perkilogram. Sekarang harga komoditi tersebut sudah mencapai angka kisaran Rp 21 ribu perkilogram.

Sementara komiditi lainnya seperti, bawang merah dan bawang putih. Semula dijual pedagang dengan harga rata-rata antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

Terjadi kenaikan harga bawang, akibat kelangkaan dan sulit didapat di pasaran. Kini harga bawang sudah menyentuh di harga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu perkilogram.

"Ini hasil sidak kami lakukan bersama Forkopimca Sampanahan," jelas Roby.

Berharap harga Bapokting mengalami kestabilan, terlebih ketika hendak memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran Idul Fitri.

"Mudah-mudahan harga Bapokting bisa secepatnya stabil," tutupnya. (Aol/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved