Berita Jakarta

CORONA Terus Mewabah, Airlangga Hartarto: Perusahaan Tetap Beri THR

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan perusahaan tetap membayar Tunjangan Hari Raya (THR)

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 tingkat menteri di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam Rakor tersebut dihasilkan beberapa hal salah satunya mencangkup PPH Pasal 21 yang akan ditanggung Pemerintah untuk industri. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Virus corona terus mewabah di Indonesia, terdapat 1.790 kasus positif dengan 170 orang meninggal dunia serta 112 sembuh, membuat banyak perusahaan harus merumahkan karyawannya.

Akibat kondisi tersebut, perusahaan di Indonesia banyak yang mengalami kerugian besar karena proses produksi yang terhenti dan minimnya pemasukan.

Meski demikian, pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan perusahaan tetap membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.

Menurut Airlangga, pemberian THR merupakan kewajiban yang termaktub dalam Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

THR Karyawan Saat Wabah Covid-19 Jadi Pikiran Maia Estianty, Ibu Al El Dul Curhat Soal Bisnisnya

Pengakuan Terbaru Syekh Puji, Ditudingan Nikahi Anak 7 Tahun Hanya untuk Memeras

Buruh Siap Beraksi dan Gelar Demo Jika Ada Pengusaha Tak Bayar THR dengan Alasan Wabah Covid-19

Hal itu disampaikan Airlangga usai rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui sambungan konferensi video, Kamis (2/4/2020).

"Presiden juga membahas terkait dengan kesiapan sektor usaha membayar THR dan ini diingatkan, swasta (memberi) THR berdasarkan UU diwajibkan dan kementerian tenaga kerja mempersiapkan hal-hal terkait THR," katanya, Kamis.

Karenanya, untuk membantu sektor usaha tetap memberikan THR, pemerintah juga membantu lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Beberapa bantuan yang tertuang dalam Perppu tersebut ialah pembebasan PPh impor untuk 19 sektor khusus, penurunan tarif PPh Badan menjadi 22 persen untuk tahun 2020-2021 dan 20 persen pada tahun 2022, serta instrumen bantuan lainnya.

"Pemerintah sudah beri stimulus PPh 21 melalui Perppu. Dukungan ini bukan hanya untuk sektor manufaktur tapi juga terdampak lain seperti juga wisata dan transportasi yang kita segera koordinasikan," lanjut Airlangga.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Ingatkan Perusahaan Tetap Beri THR di Tengah Wabah Covid-19",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved