Berita HSU

Siswi SMKN 2 Amuntai Produksi Masker Setelah Lihat Contohnya, Lalu Dibagikan Gratis

Tanpa memungut upah, siswi-siswi tata busana SMKN 2 Amuntai ini membantu membuatkan masker permintaan dari puskesmas yang nantinya akan dibagi-bagikan

SMKN 2 Amuntai
Siswi Jurusan Tata Busana SMKN 2 Amuntai mengumpulkan masker kain buatan mereka, Jumat. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Di tengah langkanya masker di pasaran, puluhan siswi SMKN 2 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ikut membantu membuat masker kain.

Tanpa memungut upah, siswi-siswi tata busana SMKN 2 Amuntai ini membantu membuatkan masker permintaan dari puskesmas yang nantinya akan dibagi-bagikan.

Menariknya, untuk bisa membuat masker ini semua siswi yang jumlahnya lebih dari 30 orang, hanya diperlihatkan contoh masker yang sudah jadi.

Dengan hanya melihat contoh, semua murid yang terlibat langsung mengerjakan pembuatan makser kain di rumahnya masing-masing.

Mengaku Bu Dokter dan Mau Dinikahi, Wanita Ini Tipu Pria Balangan Rp300 Juta

Bahan Baku Melambung, Pembuat Minuman Herbal di HSU Ini Naikan Harga

Cegah Corona, Area Publik di HSU Dilengkapi Fasilitas Cuci Tangan Ukuran Besar

Video Penampakan Masker Plastik Botol Bekas Cegah Corona Diviralkan Gubernur Jawa Tengah

Targetnya satu orang murid bisa membuat antara 10 lembar sampai 20 lembar masker, sesuai dengan kemampuannya.

Guru Tata Busana di SMKN 2 Amuntai, Elistianawati, mengatakan, inisiatif membuat masker ini muncul karena langkanya masker kesehatan di pasaran.

"Bisa dilihat dijalan-jalan, masih banyak atau bisa dibilang mayoritas tidak memakai masker. Apa memang tidak mau memakai atau tidak memiliki," katanya.

Dari situ, imbuhnya, mengundang keprihatinan pihaknya dan munculah keinginan membuat masker untuk dibagi-bagikan.

"Karena kami jurusan tata busana memiliki kompetensi di bidang menjahit maka tidak salah kita membuat masker dari bahan perca yag ada utk dibagikan ke tetangga sekitar rumah, sekalian memberikan edukasi bagaimana mencegah tertular virus covid 19," ujarnya.

Dari situlah awalnya mereka berinisiatif membuat masker kain yang akan dibagikan murid-murid untuk lingkungan sekitar mereka.

Tetapi kemudian.juga ada permintaan dari pihak puskesmas untuk membuat masker yang tujuannya juga untuk dibagi-bagikan, maka saat ini semua murid yang terlibat mengutamakan dulu permintaan tersebut.

Untuk membuat masker permintaan puskesmas ini semua bahah sudah disediakan puskesmas dan semua murid mengerjakannya di rumah tanpa ada meminta upah.

"Kami hanya menjahitnya saja secara gratis tanpa mengambil upah. Dikerjakan satu hari mulai dari kemarin siang, dan nanti sore jam tiga kami meminta dikumpulkan. Ini melibatkan kelas 11 dan 12 jurusan tata busana," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved