Berita Kabupaten Banjar

Lapas Perempuan Martapura Kabupaten Banjar Bebaskan Napi, Segini Jumlahnya

Merujuk surat keputusan Menteri Hukum dan HAM, sebanyak 16 orang warga binaan yang dibebaskan.

AKHMAD UNTUK BPOST GROUP
AKHMAD UNTUK BPOST GROUP Belasan narapidana LPP Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, semringah menghirup udara bebas, Kamis (2/4/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas 1 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membebaskan belasan narapidana setempat, Kamis (2/4/2020).

Kepala LPP Kelas 1 Martapura Yunengsih menuturkan pembebasan tersebut berdasar Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-19.KP.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran/Pembebaskan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Merujuk surat keputusan Menteri Hukum dan HAM itu, di tempat kami sebanyak 16 orang warga binaan yang dibebaskan," sebut Yunengsih.

Dikatakannya, total warga binaan di LPP Martapura sebanyak 400 orang lebih.

Peringatan Hari Ibu, Para Sipir Perempuan LPP Martapura Berkebaya, Ada Tujuan Mulia di Baliknya

Penghuni LPP Martapura Dapat Obat Tambah Darah dan Mesin Jahit

Yunengsih bersyukur LPP Martapura Diberi Pinjam Pakai Minibus

Tarian Dayak Semarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan di LPP Martapura, Begini Keseruannya

"Pembebasan hari ini adalah tahap pertama. Kemungkinan ada sekitar 50 warga binaan lainnya yang nanti akan bebas,” tandasnya.

Ia menuturkan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh warga binaan agar menjadi salah satu yang dibebaskan. Sebelumnya dilakukan seleksi dan paling lambat akan dikeluarkan pada 7 April 2020.

Selain itu, lanjut Yunegsih, narapidana yang dibebaskan adalah warga binaan yang telah menjalani masa hukuman selama dua per tiga dari ketetapan hukuman.

"Serta, bagi yang memiliki masa hukuman kurang dari 5 tahun,” jelasnya.

Pembebasan tersebut yang dimaksud asimilasi, sehingga diminta hanya berdiam diri di rumah.

Pihaknya akan melakukan pengawasan, dibantu pihak kejaksaan.

"Pihak keluaga juga kami minta untuk saling memahami dan ikut melakukan pengawasan," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved