Tajuk

Merumuskan Perangkat Aturan Mudik

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mudik berarti berlayar atau pergi. Secara epistemologi mudik berarti pulang ke kampung halaman

ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA
Suasana kepadatan di jalur Pantura Palimanan, saat kendaraan pemudik melintas di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019) lalu. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mudik berarti berlayar atau pergi. Secara epistemologi mudik berarti pulang ke kampung halaman. Jadi mudik adalah suatu perjalanan pulang ke kampung halaman dalam kurun waktu tertentu untuk bertemu dan berkumpul dengan sanak keluarga dan terjadi saat momentum khusus.

Dari berbagai refleksi tradisi mudik di Indonesia, khususnya mudik Idulfitri yang semula gegap gempita dengan seperti ramainya penjual jasa tukar uang baru serta obral besar-besaran di mall seperti bakal barubah. Bahkan tradisi mudik yang semula untuk berkumpul dengan keluarga sebagai ajang menunjukkan eksistensi dirinya selama di perantauan, sekarang bakal berbeda karena adanya pembatasan terkait wabah Covis-19.

Presiden Joko Widodo mulai merumuskan skema kebijakan pengganti mudik libur lebaran dengan hal yang menyenangkan. Seperti memberikan kemudahan akses ke lokasi wisata seperti masuk ke lokasi wisata gratis. Tujuan agar masyarakat tidak mudik.

Para menteri terkait diminta untuk menyiapkan perangkat aturan dan teknisnya secara komprehensif. Harapannya skema kebijakan itu tidaklah setengah hati atau hanya mencakup satu aspek saja. Juga jangan mementingkan ego sektoral dan kepentingan daerah saja, tetapi dilihat secara utuh baik dari hulu hingga hilirnya. Sehingga masyarakat bisa tenang meski tidak mudik di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Banjarmasin Post edisi Jumat (3/4/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (3/4/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Selain skenario di atas, Jokowi juga mengusulkan alternatif pengganti libur nasional lebaran dengan libur nasional di lain hari. Dengan konsekuensinya pemerintah harus memberikan fasilitas arus mudik pada hari pengganti tersebut.

Saat ini, untuk memuluskan skenario itu pemerintah tengah berupaya menyelesaikan peraturan pemerintah (PP) terkait mudik ini. Diharapkan, dengan PP ini masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar wilayah berisiko terpapar corona. Karena seperti dikatakan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, PP tersebut akan mengatur pergerakan orang guna mencegah penyebaran wabah covid-19.

Nah, sekarang tinggal masyarakat saja yang harus bijaksana dalam memilih, mau mudik atau diam di rumah. Karena ini bukan untuk kepentingan pribadi saja, tapi lebih luas menyangkut kepentingan dan keselamatan bangsa ini. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved