Dunia Gawai

Xiaomi Ingkar Janji, Naikkan Harga Ponsel di Indonesia saat Corona, Ini Harganya

Xiaomi berjanji tidak menaikan harga jual ponsel, meski nilai tukar dollar AS terhadap rupiah melambung akibat pandemi Covid-19.

BILL CLINTEN/KOMPAS.com
Foto bagian belakang Redmi 8 dan Redmi 8A menunjukkan perbedaan. Saat ini Xiaomi menaikan harga ponselnya. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Posisi Xiaomi makin melejit di pasaran smartphone Indonesia, Setidaknya begitulah menurut laporan lembaga riset pasar Canalys untuk kuartal I-2018.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Xiaomi sudah duduk di urutan kedua dalam daftar lima besar pabrikan smartphone di Tanah Air.

Nah, dengan besarnya pangsa pasar ini Xiaomi berjanji tidak akan menaikan harga gedgetnya di Indonesia.

Bahkan Maret 2020 lalu, Xiaomi berjanji tidak menaikan harga jual ponsel, meski nilai tukar dollar AS terhadap rupiah melambung akibat pandemi Covid-19.

Dibekali 2 Kamera, Xiaomi Redmi 8A Pro Sudah Bisa Dibeli Sekarang, Harganya Murah

Bocoran Harga Xiaomi 10 Lite dengan Fitur 5G dan Snapdragon 765G

Samsung Galaxy M31 Bakal Hadir di Indonesia 23 Maret 2020, Berikut Spesifikasi dan Harganya

Seperti diungkapkan Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse dalam surat terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Namun kini, Xiaomi akhirnya seperti menjilat ludah sendiri dan memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga ponsel di Indonesia.

Penyesuaian harga ponsel Xiaomi ini baru terjadi pada Redmi 8 model 4 GB/64 GB. Harga Redmi 8 varian tersebut di Indonesia, naik dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 1.849.000.

"Sejauh ini baru model itu yang kami sesuaikan harganya," jelas Alvin saat konferensi virtual dengan beberapa media, setelah peluncuran Redmi 8A Pro di Indonesia, Kamis (2/4/2020).

Alvin mengatakan, sebenarnya, harga Redmi 8 terbaru tidak jauh beda dari harga saat peluncuran pada akhir 2019 lalu. Kala itu, Redmi 8 model RAM 4GB/64 GB dibanderol Rp 1,8 juta.

Xiaomi sempat melakukan pemotongan harga untuk seri itu menjadi Rp 1,7 juta. Dengan demikian, selisih harga terbaru dan harga peluncurannya hanya Rp 50.000-an saja. Lebih lanjut, Alvin mengatakan depresiasi rupiah terhadap dollar AS menjadi alasan utama.

"Nilai tukar rupiah turun 15 persen, jika terus seperti itu, bisa dibayangkan jika kita terus menjual produk dengan harga sebenarnya, kita akan merugi," kata Alvin.

Meskipun begitu, Avin mengatakan tidak semua produk Xiaomi akan mengalami kenaikan harga. Hanya model-model tertentu saja yang akan megalami koreksi harga, jika nilai tukar rupiah kian melemah.

Ia pun berujar bahwa meski mengalami kenaikan harga, produk Xiaomi tetap menawarkan harga yang terbaik di kelasnya.

"Sesuai nilai kami, produk terbaik dengan harga sebenarnya," jelas Alvin.

VIDEO UPDATE Corona Kalsel, Ada 9 Pasien PDP, Sebagian Besar Sesak Nafas

Pengakuan Terbaru Syekh Puji, Ditudingan Nikahi Anak 7 Tahun Hanya untuk Memeras

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved