Advertorial Bank Kalsel

Berikan Restrukturisasi Kredit Usaha, Bank Kalsel Galang Potensi Banua

Bank Kalsel membuka peluang bagi pelaku usaha melakukan restrukturisasi kredit mendukung program pemerintah

istimewa/humas bank kalsel
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Kalsel turut berperan aktif mendukung upaya pemerintah untuk tetap mendorong geliat bisnis pelaku usaha agar tetap bertahan di tengah dampak penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

Salah satunya dengan membuka peluang bagi pelaku usaha yang meminjam kredit usahanya di Bank Kalsel untuk melakukan restrukturisasi kreditnya, sepanjang mereka teridentifikasi terdampak Covid-19.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menuturkan, secara umum dalam pemberian restrukturisasi, bank tetap mengacu pada POJK No: 11/POJK.03/2020 dan POJK yang mengatur penilaian kualitas aset lainnya.

Namun, lanjutnya, dalam penerapan ataupun skema restrukturisasinya dapat bervariasi dan sangat tergantung hasil asesmen terhadap profil dan kapasitas membayar debiturnya.

"Bagi debitur yang sebelumnya lancar namun kemudian jelas-jelas menurun kinerja usahanya sebagai dampak Covid 19, justru harus dibantu bank dengan menawarkan skema restrukturisasi yang tepat, baik dari sisi jangka waktu, besaran cicilan ataupun relaksasi bunga," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Agar dapat dipahami oleh masyarakat juga, dalam pemberian kebijakan restrukturisasi ini harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan jangan sampai terjadi moral hazard atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (freerider).

Mengutip ilustrasi yang disampaikan dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 disebutkan bahwa bentuk moral hazard dan pemberian restrukturisasi yang tidak bertanggung jawab.

Di antaranya adalah kebijakan restrukturisasi diberikan kepada nasabah yang sebelum merebaknya Covid-19 sudah bermasalah, namun memanfaatkan stimulus ini dengan mengajukan restrukturisasi agar statusnya menjadi lancar.

"Tindakan ini dinilai oleh POJK nomor 11/POJK.03/2020 sebagai tindakan yang tidak terpuji, yang ini harus dihindari oleh bank," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved