DPRD Kotabaru

Ketua DPRD Kotabaru Minta Desa dan Kecamatan Edukasi Warga Soal ODP

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis tak berdiam diri meminta aparatur desa dan kecamatan edukasi warga soal ODP

istimewa
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis (baju merah) menyerahkan bantuan masker dalam kegiatan kunjungan ke Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru_wm 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU – Setelah merevisi dan menunda semua kegiatan kunjungan ke luar daerah yang sebelumnya telah diagendakan, lantaran wabah Virus Corona (Covid-19) tidak membuat para Wakil Rakyat di DPRD Kotabaru 'berpangku tangan".

Sebaliknya penundaan kegiatan kunjungan keluar daerah, lebih mengoptimalkan kerja anggota DPRD. Selain penyerapan aspirasi, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah kecamatan di Kabupaten Kotabaru.

Seperti dilakukan Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis tidak henti-hentinya mengimbau kepada warga tentang Covid-19. Bahkan kegiatannya itu kerap diisi dengan pembagian masker.

Antara lain seperti kegiatan dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Pamukan Barat. Syairi selain membagikan 2.500 lembar masker, ia juga memberi bantuan 48 botol cairan disinfektan, Jumat (3/4/2020).

Antara lain, Desa Magalau Hulu, Magalau Hilir, Tanjung Sari, Batang Kulur, Bungkukan, dan Desa Siayuh.

Dengan warga dan perwakilan dari enam desa, di kesempatan itu Syairi juga mengadakan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Kepala Puskesmas, dan kepala desa se-Kecamatan Kelumpang Barat.

"Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19, saya minta kerjasamanya mulai dari Camat, Kepala Desa masing-masing untuk memantau dan mengimbau warga atau setiap orang yang datang dari zona merah Covid-19 untuk melaporkan diri," pintanya.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis (baju merah) menyerahkan bantuan masker dalam kegiatan kunjungan ke Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru_wm
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis (baju merah) menyerahkan bantuan masker dalam kegiatan kunjungan ke Kecamatan Kelumpang Barat, Kotabaru (istimewa)

Selain berharap kepada Camat dan Kepala Desa dibantu petugas Puskesmas memberikan edukasi ke masyarakat mengenai Orang Dalam Pemantaun (ODP).

"ODP hanya orang yang memiliki riwayat pergi atau datang dari daerah yang terinfeksi atau pernah kontak dengan orang yang terinfeksi. Tapi orang itu (ODP) belum ada gejala-gejala terinfeksi," katanya.

"Maka dari itu apa itu ODP perlu disampaikan agar masyarakat mengetahui sehingga tidak terjadi kepanikan di masyarakat," tutup Syairi. (Aol/*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved