Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

UPDATE Corona di Kalteng, 4 Pasien di RS Doris Sylvanus Sembuh, Ergon Deg Degan

Hingga, Sabtu (4/4/2020) sebanyak 4 orang pasien yang sebelumnya menderita Positif Covid-19 dan telah 14 hari di rawat di RSDS

Penulis: Fathurahman | Editor: Didik Triomarsidi
Kominfo Kalteng
Ergon Pranata Pieters (dua dari kanan) pasien Covid-19 Kalteng yang sembuh dan tim medis di RS Doris Sylvanus (RSDS) Palangkaraya, saat membeberkan kesembuhan pasien Covid-19 setelah di rawat di RSDS. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya keras pihak Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk menyembuhkan pasien Positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Kalteng membuahkan hasil yang baik.

Hingga, Sabtu (4/4/2020) sebanyak 4 orang pasien yang sebelumnya menderita Positif Covid-19 dan telah 14 hari di rawat di RSDS setelah dilakukan pemeriksaan Swap maupun menggunakan Rapid Tes akhirnya negatif sehingga dinyatakan sembuh oleh pihak RSDS Palangkaraya.

Ergon Pranata Pieters, adalah salah satu Pasien Positif Covid-19 Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalteng yang dinyatakan sembuh selama di rawat belasan hari di rumah sakit. Sehingga dia , Minggu (5/4/2020) telah kembali ke rumahnya untuk berkumpul bersama keluarganya.

WWW.PLN.CO.ID LOGIN Banyak yang Sudah Dapat Token Listrik Gratis, yang Belum Lakukan Ini

UPDATE Corona di Kalteng: 3000 APD dan Masker Didistribusikan ke Kabupaten dan Kota

UPDATE Corona di Kalsel Minggu Pukul 10.00: ODP Menurun 66 Orang, PDP Naik 9 Pasien

Klaim Token Listrik Gratis di WWW.PLN.CO.ID LOGIN gagal, Coba 4 Cara Ampuh Ini

Ergon mengungkapkan, selama di rawat di rumah sakit dia banyak dibantu oleh para tenaga medish di RSDS terutama pada masa-masa gelisah yang sangat berat ketika masih berstatus PDP sembari menunggu hasil sampel Swap yang dikirimkan pihak RSDS ke Laboratorium di Litbangkes Jakarta.

Menurut dia, saat itulah rasa yang paling besar was-wasnya, tangisan keharuan dan kecemasan, menggelayuti dalam jiwanya, karena menunggu hasil swap untuk penentuan positif atau negatif Covid-19 itu sangat menekan batinnya."Tapi begitu hasilnya diketahui positif Covid-19, saya sudah siap karena masa sebelumnya sudah saya lalui saat penantian hasil swap," ujarnya.

Ergon mengatakan, adanya bantuan dukungan dan semangat dari para dokter dan tenaga medis lainnya juga kawan-kawan dan keluarga yang sangat membantu kondisi psikologisnya hingga stabil. Ketika ditanyakan, hasil pemeriksan Swap terakhir menjadi negatif, Ergon, sempat tertunduk dan haru, karena ternyata dia bisa sembuh.

Selama di rawat di RS, Ergon, tidak merasa berada di goa singa, tetapi malah merasa keluar dari zona yang nyaman, karena selama di rawat di RSDS dia benar-benar di layani oleh para medis yang menyiapkan segalanya.

"Karena di dalam kamar isolasi, saya boleh menggunakan Polsel, ada fasilitas Televisi di kamar makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya disediakan dengan baik," ujarnya seraya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tenaga medis yang merawatnya.

Sementara itu, Dokter Penanggungjawab Perawatan Ergon, dr Jeannetta Siagian, Ketua Tim Isolasi Covid-19 RS Doris Sylvanus Palangkaraya, mengatakan, awalnya Ergon, merupakan pasien PDP RS Siloam namun kemudian di rujuk ke RSDS, saat awal masuk dan di rawat di RSDS kondisinya, kurang bagus, karena nadinya cepat, sehingga di pasang infus.

"Saat diperiksa Ergon sempat demam dan sakit kepala, sehingga dipasang infus agar tidak mengalami infeksi sekunder, juga diberikan antibiotik dan obat lainnya, seperti obat batuk dan parasetamol dan buah pisang agar ketahanan tubuhnya semakin baik, ini agar Virus corona tidak nempel di sistem pertahanan tubuh," ujarnya.

Jeannetta mengungkapkan, pasiennya juga diberikan Vitamin C dosis 200 mg, agar imunitasnya juga ada, selama di rawat Ergon tetap makan dengan baik."Ini juga sangat mendukung penyembuhannya, kami berikan antibiotik selama 5 hari saat dinyatakan positif kami tambahkan obat Anti Virus Alufia, 2x 200, sehingga kondisi klinisnya sangat baik," ujarnya.

Ergon, kemudian, tampak kemajuan yang signifikan sejak diberikan anti virus tersebut, kondisi fisiknya semakin membaik bahkan Ergon sudah bisa senyum dan kemudian bisa ke kamar mandi sendiri." Nafsu makannya juga baik, bisa nonton televisi, hingga akhirnya dia dinyatakan sembuh, dan boleh pulang," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved