Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Dampak Covid-19, Pedagang Pasar Ikan Pagatan Tanbu Sepi Pembeli

Seorang pedagang di Pasar Ikan Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu, Kalsel, terpaksa membuang ikannya.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Suasana sepi di Pasar Ikan Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Senin (6/4/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pedagang di Pasar Ikan Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu),  Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), merasa makin terpuruk.

Pasalnya, sekitar 1 bulan lebih, kondisi pasar sepi dampak dari wabah virus corona atau Covid-19.

Para pedagang harus banting harga karena dagangan kadang tak laku.

Dari informasi yang dihimpun Banjarmasinpost.co.id di lapangan, Senin (6/4/2020), sejumlah pedagang yang ada di Pasar Ikan tersebut, yakni mulai dari pedagang sayur, ikan asin, ikan mentah hingga pedagang ayam, semuanya mengeluh sepi.

Padahal pada Senin dan Jumat merupakan hari pasar, namun pembeli sangat sepi.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pantai Pagatan Tanbu Pun Akhirnya Ditutup

Cegah Covid-19, Pemkab Tanbu Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke Pedagang 

Kasat Reskrim Tanbu Ajak Media Berikan Penyemangat di Tengah Covid-19

GM ASDP Batlicin Sebut Feri Tetap Berlayar, Tapi Trip Berkurang

Selain dua hari pasar itu, hari lain lebih parah lagi. Hanya ada beberapa orang yang membeli di pasar ini.

Hamsah, pedagang Ikan basah di Pasar Ikan Pagatan ini, dengan sangat terpaksa membuang ikannya lantaran tak ada yang membeli daripada bau. 

Dia mengakui harga ikan sekarang anjlok karena dampak virus corona.

Dari ikan besar hingga ikan kecil, harga semuanya hancur.

Semua dijual murah karena sepi pembeli.

"Sepi pembeli. Padahal ini hari pasar, sudah sekitar pukul 11.00 wita, sudah mulai sepi, hanya satu dua orang apalagi kalau sudah lewat jam 12 siang, bisa kosong pembelinya. Ini sangat kami rasakan," kata Hamsah.

Dia bahkan heran, keadaan ini baru pertama kali ia jumpai.

VIDEO Imbau Warga Cuci Tangan, BPBD Tanbu Siapkan Fasilitas Ini di 10 Kecamatan

Pemkab dan Polres Tanbu Gunakan Water Canon Gunakan Disinfektan Cegah Corona

Jaga Ketersediaan Stok Beras, Dinas Pertanian Tanbu dan Warga Panen Bersama

Diskominfo Tanbu dan Perpustakaan, Keliling Sebarkan Imbauan Pencegahan Covid-19

Harga ikan jauh turun bahkan bisa sampai 50 persen.

Ikan besar bisa tidak laku, apalagi ikan kecil-kecil bisa banting harga.

Ikan Trakulu yang biasanya harga Rp 40.000 hingga Rp 50.000, sekarang Rp 30.000 hingga Rp 35.000.

Ikan kerapu biasanya dari pengepul Rp 35.000, kini hanya Rp 30.000,

Bawal Jati biasanya Rp 45.000 hingga Rp 50.000, sekarang hanya Rp 30.000 dan bawal putih dari Rp 60.000 jadi Rp 30.000, itu pun susah membawanya.

"Bahkan ikan rumah-rumah biasanya Rp 35.000 hingga Rp 40.000, sekarang hanya Rp 20.000 hingga Rp 25.000 paling mahal. Bahkan kalau tak ada pembeli bisa banting harga jadi Rp 25.000 sebanyak 2 kilogram," katanya dan diiyakan Marhasin, pedagang ikan lainnya.

Dia mengatakan pembeli jadi takut ke pasar karena virus corona ini.

Sekda Tanbu Rooswandi Salem Pantau Posko perbatasan Satui dan Tala, Berikan Alat Tambahan

VIDEO Pemkab Tanbu Bakal Sulap Rusunawa untuk RS Darurat Corona

Tim Gabungan Sisir dan Tutup THM di Batulicin Kabupaten Tanahbumbu

Cegah Panic Buying di Tengah Isu Corona, Tim Satgas Cek Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Tanbu

Namun bagi pedagang, ini adalah bencana besar karena erputaran uang mereka di situ dan dari sana menutupi keperluan  kehidupan rumah tangga. Belum lagi yang punya kreditan.

Pedagang ayam juga merasakan hal yang sama, yakni Mahiruddin.

Dia juga merasakan sepi pembeli karena warung makan rata-rata tutup dan tidak membeli ayam lagi.

"Dulu, tiap hari banyak bisa sampai 40 ekor dan bahkan lebih Kalau sekarang cuma bisa 15 sampai 20 ekor, itu pun kadang tida habis. Harganya juga jauh turunnya, kalau dulu Rp 40.000, sekarang hanya jadi Rp 25.000 hingga Rp 30.000," katanya.

Pembeli sudah takut ke pasar, begitu juga warung makan yang sudah tutupan karena jarang orang melintas.

Sehingga, dampak dari tersebarnya virus corona ini memang sangat terasa sekali bagi pedagang.

"Kami sangat merasakannya. Harapan kami, agar virus ini bisa segera berlalu sehingga perekonomin pedagan di pasar ikan ini kembali bisa normal," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved