Breaking News:

Berita Kalteng

Ibu Rumah Tangga di Palangkaraya Pilih Kurangi Membeli Gula Pasir

Melejitnya harga gula pasir yang mencapai Rp 21 ribu perkilogram, membuat para ibu rumah tangga mengurangi konsumsi bahan pemanis tersebut

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Beberapa pusat perbelanjaan modern di Sampit malah kehabisan stok gula, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan warga yang datang untuk membekinya. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sejumlah Ibu rumah tangga di Kalimantan Tengah, mengaku kesulitan mendapatkan gula pasir dengan harga murah.

Senin (6/4/2020), harga gula pasir mengalami lonjakan perkilogramnya mencapai Rp21 ribu.

Harga normal gula sesuai dengan harga eceran tertinggi perkilogramnya hanya Rp12.500, tetapi gula sempat kosong dipasaran, jikapun saat ini ada harganya naik cukup signifikan hingga Rp21 ribu perkilogramnya.

Rina misalnya, warga Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya, mengaku terpaksa mengurangi membeli gula pasir, lantaran harga yang begitu tinggi dari harga normalnya.

Sebagian Warga Banjar Mulai Bosan Sikapi Covid-19, Jalanan Kembali Ramai

Suami Isyana Sarasvati Jadi Dokter Tangani Pasien Covid-19, Rayhan Maditra Dapat Dukungan

UPDATE CORONA di Kalsel Senin, 16 Positif Covid-19, 1 Pasien Banjarbaru Masuk Ulin

"Biasanya saya beli antara Rp12.000 hingga Rp12.500, tapi saat ini sudah naik mencapai Rp21.000, ini mengagetkan saya," ujarnya.

Sebab itu, dia memilih tidak membeli gula dalam jumlah banyak karena harganya belum normal.

Biasanya dia membeli gula hingga sepuluh kilogram untuk sepekan, kini hanya separuhnya.

"Saya juga jual makanan dan minuman di depan rumah, makanya beli gula biasanya cukup banyak," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved