Berita Kotabaru

VIDEO Harga Gula Picu Inflasi di Kotabaru, Melambung hingga Rp 21 Ribu

Harga gula pasir yang melambung hingga ke kisaran Rp 21 Ribu perkilogram mendorong inflasi pada Maret 2020 di Kotabaru

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Melambungnya harga gula pasir hingga ke kisaran Rp 21 Ribu perkilogram mendorong inflasi di Kotabaru pada Maret 2020.

Hal itu diungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotabaru H Akhmad Rivai, Selasa (7/4/2020).

Menurutna, di bulan Maret menjadi pendorong inflasi adalah gula pasir, karena harga jual dipasaran yang cukup melambung dengan kisaran Rp 21 ribu perkilogram.

"Penyebab yang lain, di antaranya emas. Harga juga tinggi. Mungkin ini secara global maupun nasional," ucap Rivai

Untuk stabalisasikan harga ataupun ketersediaan barang atau bahan pokok penting (Bapokting). Sesuai hasil survai di salah satu kecamatan, harga Bapokting tergolong stabil. Kecuali gula pasir.

Harga Gula di Kotabaru Melambung, Pemkab Rencanakan Gelar Operasi Pasar

Stok Sembako di Tabalong Aman, Tapi Harga Gula Pasir Melambung

Gula Pasir Kembali Melambung hingga Segini, Pemilik Warung Kopi Terpaksa Naikkan Harga

"Alhamdulillah informasi dari Bulog, Kotabaru ada kedatangan gula sebanyak 20 ton. Namun tentu ada pembatasan bila diadakan operasi pasar, hanya satu kilogram saja. Harganya perkilogram tidak salah Rp 12.500," jelasnya.

"Kalau dihitung-hitung 20 ton, cukup 20 ribu orang atau kepala keluarga saja. Sudah dipastikan ini tidak cukup. Apalagi dipasaran harga Rp 21 ribuan, mendingan beli yang Rp 12.500an," tandas Rivai.

Kapan dilaksanakan operasi pasar, Rivai belum merincikan. Namun segeranya akan berkoordinasi dengan Bulog. Terutama soal kebutuhan gula untuk masyarakat.
(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved