Opini Publik

Data Corona Bukan Sekadar Statistik

VIRUS Corona makin merajalela di Indonesia. Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 terus melaju kencang

BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Anggota Satlantas Polres Banjarbaru yang bertugas saat Operasi Keselamatan Intan 2020, memberikan masker kepada warga sebagai penegahan supaya tidak tertular virus corona atau Covid-19, Selasa (7/4/2020). 

Oleh: Aisyah Seisarina, Statistisi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - VIRUS Corona makin merajalela di Indonesia. Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 terus melaju kencang. Dalam waktu satu bulan sejak diumumkannnya pasien pertama, sudah lebih dari 2.000 pasien tambahan yang dinyatakan positif terinfeksi virus ini. Miris rasanya mendengar pengumuman pemerintah mengenai penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 setiap harinya.

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengutip kalimat yang disampaikan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, bahwa jumlah korban meninggal bukan sekadar angka statistik, itu adalah warga yang bulan lalu masih sehat dan berkegiatan. Kalimat tersebut disampaikan dengan suara bergetar oleh kepala daerah dengan jumlah pasien positif dan meninggal akibat Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Jumlah Kasus Covid-19 Sebenarnya

Menilik data World Health Organization (WHO) per tanggal 5 April 2020 jumlah kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 1.133.758 orang, sementara jumlah korban meninggal sudah lebih dari 60 ribu orang. Kabar buruknya lagi, jumlah tersebut diperkirakan hanya merupakan puncak dari gunung es.

Diyakini masih banyak kasus yang belum terdeteksi, termasuk didalamnya mereka yang sudah terjangkit namun tidak menunjukkan gejala, mengalami gejala ringan saja atau bahkan mereka yang meninggal sebelum diuji serta tidak mendapat perawatan di rumah sakit.

Saat ini, di Indonesia pengujian hanya dilakukan untuk sebagian kecil masyarakat saja terutama mereka yang sudah mengalami gejala berat atau memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. Artinya, jumlah masyarakat Indonesia yang terjangkit Covid-19 kemungkinan jauh lebih banyak daripada statistik resmi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan jangan terkecoh dengan statistik yang diberitakan dan tetap waspada akan penyebaran virus ini.

Sejatinya, Covid-19 memiliki tingkat kematian yang relatif rendah yaitu sekitar 4 hingga 6 persen saja. Ironinya, tingkat kematian yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia telah menduduki peringkat kedua di dunia dengan angka sekitar 8 hingga 10 persen. Mengerikan bukan? Padahal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang terlebih dahulu terinfeksi virus ini seperti Singapura dan Malaysia, tingkat kematiannya tidak setinggi Indonesia.

Di Malaysia terdapat 3.483 kasus terkonfirmasi positif dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 57 orang sedangkan, di Singapura ada sebanyak 1.189 kasus dengan tingkat kematian hanya sebesar 0,4 persen (WHO, 5 April 2020). Angka ini seharusnya menjadi perbandingan serta acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat terkait wabah ini.

Prediksi Waktu Berakhirnya Pandemi

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved