Wabah Virus Corona

PENAMPAKAN Singapura Mirip Kota Mati, Bisnis Tutup dan Pertemuan Dilarang Selama Corona

Untuk itu Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mendesak warga untuk mendukung tenaga profesional kesehatan

AFP
Pengendara sepeda mengendarai melintasi jalan yang tenang di kawasan pusat bisnis di Singapura. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Singapura mencatat ada 66 kasus baru infeksi virus corona, maka total kasus positif coronavirus di negeri itu kini 1.375 kasus.

Untuk itu Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mendesak warga untuk mendukung tenaga profesional kesehatan dengan tetap berada di rumah.

Dengan pemberlakukan itu, distrik bisnis Singapura yang biasanya ramai pengunjung, kini menjadi sepi dan senyap bak kota mati pada Selasa (7/4/2020).

Dilansir dari New Straits Times, kondisi tersebut dikarenakan sebagian besar tempat kerja di Singapura ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona yang sempat melonjak.

Sementara itu, Pusat Keuangan menggunakan rezim yang kuat dalam menguji dan melacak kontak orang sakit untuk menjaga wabah tersebut tetap terkendali.

Siapa Saja yang Berhak Dapat THR dan Gaji Ke-13 saat Corona? Ini Penjelasan Sri Mulyani

Ini Cara Dapatkan Rp 3.550.000, Buruan Mendaftar Kartu Prakerja di www.prakerja.go.id

Cara Raih Bebas Kuota Data Telkomsel 30 GB saat Wabah Corona, E-learning untuk Mahasiswa

Punya Istri Dua, Suami di Dubai Ini Kebingungan saat UEA Diberlakukan Jam Malam

Sebelumnya, pihak berwenang menentang jenis tindakan kejam yang dilakukan di negara-negara yang dilanda kondisi yang lebih buruk.

Namun, saat ini Pemerintah telah menginstruksikan untuk menutup semua bisnis yang dianggap tidak penting, menutup sekolah, dan meminta warga agar tetap tinggal di dalam rumah.

Hanya ada segelintir orang di lapangan utama di kawasan bisnis saat ini. Biasanya lokasi tersebut selalu dipadati oleh orang-orang di hari-hari biasa.

"Rasanya seperti kota mati, semua orang takut, mereka semua bersembunyi di rumah," ujar salah satu pekerja di pialang asuransi, Jenny Lee kepada AFP.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved