Public Services

Tegas Sebelum Terlambat

Jumlah pasien positif corona mencapai 22 orang, dengan 3 orang telah meninggal dunia.Sementara 12 orang menjadi pasien dalam pengawasan

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Jubir Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Covid-19, HM Muslim 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SAMPAI Selasa (7/4) petang, data sebaran corona di Kalsel kian mengkhawatirkan. Jumlah pasien positif corona mencapai 22 orang, dengan 3 orang telah meninggal dunia.Sementara 12 orang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) meningkat menjadi 1.167.

Kondisi demikian tentu sangat memprihatinkan karena sebaran Covid-19 makin meluas.Sebaran positif corona pun sudah mencapai di 6 kabupaten dan kota. Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 4,19 juta jiwa, jumlah ODP, PDP dan positif corona di Kalsel tergolong tinggi. Jumlah OPD yang besar menunjukkan masih mudahnya akses keluar masuk wilayah Kalsel. Harus ada kebijakan lebih ketat agar pandemi ini tidak menyebar lebih jauh.

Di sisi lain, ketegasan agar kampanye tetap di rumah juga diperlukan. Faktanya, masih banyak warga berkeliaran, siang maupun malam hari tanpa takut tertular virus corona. Bahkan, masih banyak yang belum mengenakan masker. Lock­down atau pembatasan wilayah di Kalsel memang bukan solusi utama.

Tapi, bukan berarti tanpa lockdown atau pembatasan wilayah masyarakat juga dibebaskan beraktivitas di luar rumah. Sebab, potensi wabah ini semakin membesar dan meluas di Kalsel masih ada dan cenderung meningkat, bahkan dalam waktu singkat.

Memang bak buah simalakama, membatasi gerak warga tanpa aktivitas sama sekali tidak dapat dilakukan karena sama saja melakukan lockdown. Padahal, lockdown sangat berat diterapkan karena butuh biaya teramat besar. Sebab, harus ada jaminan masyarakat terhindar dari virus tapi juga tidak kelaparan.

Banjarmasin Post edisi Rabu (8/4/2020)
Banjarmasin Post edisi Rabu (8/4/2020) (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Solusi paling rasional adalah menguatkan sosialisasi bahaya virus corona, kemudian membatasi masyarakat agar tidak terlalu lama berada di luar rumah. Peran kepolisian sangat penting di saat genting seperti ini, selain tugas paramedis. Jangan sampai Kalsel terlambat mengantisipasi sehingga pandemi kian meluas. Kalsel tak boleh terlambat atau kalah dari daerah lain dalam penanggulangan menghadapi penyebaran covid-19. Kalsel bukan seperti pameo Kalah Selalu. Orang Banjar punya moto hebat Waja Sampai Kaputing, Haram Manyarah, Dalas Hangit. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved