Berita Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin Hingga Warga Depok Pesan Roti Maryam Ini

Merebaknya virus corona atau Covid-19, warga jangan keluar rumah serta larangan berkumpul, berdampak pada usaha kedai kopi di Banjarmaasin, Kalsel.

ISTIMEWA
Roti maryam 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebelum virus corona mewabah, kedai-kedai kopi cukup menjamur di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Bermunculan minuman kopi itu tak lepas, kaum milineal di Kota Seribu Sungai sangat suka nongkrong usai penat bekerja atau kuliah.

Bersamaan merebaknya virus corona atau Covid-19 dan dilanjutkannya warga jangan keluar rumah serta larangan berkumpul, berdampak kedai kopi yang biasanya menjadi ajang nongkrong ada hanya buka siang dan ada pula tutup sementara.

Salah satu kedai kopi yang tutup Kedai Nanang Galuh atau Kedai Anno 1925 di Siring Piere Tendean, Banjarmasin.

"Sejak keputusan Wali Kota Banjarmasin untuk meliburkan semua kegiatan di Siring Pierre Tendean, kami juga mengikuti aturan itu untuk tutup sementara," papar Irfan Thalib, salah satu pengelola Kedai Anno, Rabu (8/4/2020).

Apalagi, kata dia, lokasi cafenya di Rumah Anno lantai 2, yang ada d kawasan Siring, sehingga juga tutup sementara.

Ketua Hipmikindo Kalsel Yeni Mulyani Sebut 200 Anggota Terdampak Wabah Corona

Dampak Wabah Corona di Kalsel, Omset Penjual Kue Lumpur Ini Turun 40 Persen

VIDEO Rental Mobil di Banjarmasin Terdampak Covid-19, Turun 90 Persen

Terdampak Covid-19, Pengunjung Q Mall Banjarbaru Turun 90 Persen

Pengemudi Ojol di Banjarmasin Ini Curhat Pendapatan Turun Karena Corona

"Jadi, kami off kan untuk usaha kopi sampai keadaan membaik kembali," papar Nanang Banjarmasin dan Kalsel ini.

Mengingat tidak ada pemasukan sama sekali, karyawan kafe miliknya tidak dirumahkan melainkan sementara ini dilihkan untuk membantu di usaha katering orangtua Irfan.

"Kami fokus untuk memproduksi Roti Maryam untuk dijual secara online bersamaan dengan makanan makanan lainnya dari Catering Mesir punya orang tua saya. Jadi, kami masih bisa menggaji karyawan," katanya.

Dia menambahkan Roti Maryam itu seharinya laku sampai 100 buah dan omset kotornya sekitar Rp 800.000- Rp 1.000.000.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved