Wabah Virus Corona

Ini Cara Supaya Cicilan KUR Bebas Selama 6 Bulan untuk Membantu di Tengah Corona

Meluasnya penyebaran virus corona di seluruh Indonesia mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi dan kegiatan usaha, khususnya UMKM

istimewa/banjarmasinpost.co.id
Kredit Usaha Rakyat (KUR) 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah menyatakan jumlah orang yang terinfeksi virus corona yang menyebabkan Covid-19 dari hari ke hari kian bertambah.

Hingga Rabu (8/4/2020) pukul 12.00 WIB, diketahui secara total ada 2.956 kasus Covid-19 di Tanah Air. Jumlah ini bertambah 218 kasus dalam 24 jam terakhir.

Meluasnya penyebaran virus corona di seluruh Indonesia mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi dan kegiatan usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk itu, pemerintah membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran KUR untuk usaha yang terkena dampak Covid-19, paling lama 6 bulan.

Raut Muka Mutia Ayu yang Pakai Masker di Samping Jenazah Glenn Fredly Gambarkan Duka Mendalam

Batas Akhir Dapat Token Listrik Gratis PLN di WWW.PLN.CO.ID LOGIN atau WhatsApp

Pendaftaran Kartu Prakerja Tak Jadi Hari Ini Tapi Diundur 11 April, Cek di www.prakerja.go.id

Ini Cara Dapatkan Rp 3.550.000, Buruan Mendaftar Kartu Prakerja di www.prakerja.go.id

Pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok KUR tersebut juga akan diikuti relaksasi ketentuan KUR dengan memberikan perpanjangan jangka waktu dan tambahan plafon.

“Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2020. Mereka yang akan mendapat pembebasan bunga dan penundaan pembayaran angsuran pokok KUR paling lama 6 bulan, harus memenuhi penilaian penyalur KUR masing-masing,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020).

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Terbatas Tingkat Menteri pada 20 Maret 2020, di mana Presiden RI Joko Widodo telah menegaskan bahwa diberlakukan penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan.

Hal ini diperkuat lagi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2020, yang antara lain mencantumkan bahwa restrukturisasi kredit atau pembiayaan dilakukan terhadap kredit atau pembiayaan yang diberikan sebelum maupun setelah debitur terkena dampak penyebaran Covid-19, termasuk debitur UMKM.

Airlangga menjelaskan bagi debitur KUR existing yang terkena dampak Covid-19 akan diberikan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR dengan kebijakan perpanjangan jangka waktu KUR; dan/atau kebijakan penambahan limit plafon KUR (khususnya bagi debitur KUR Kecil dan KUR Mikro non Produksi).

Untuk Calon Debitur KUR yang baru, diberikan relaksasi pemenuhan persyaratan administratif pengajuan KUR, seperti Izin Usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan dokumen agunan tambahan. Semua dokumen tersebut ditangguhkan sementara sampai kondisi memungkinkan. Mereka pun dapat mengakses KUR secara online.

Jemaah Harus Lunasi Dana Haji 2020 saat Wabah Corona, Menag: Tak Jadi Bisa Diambil

Tak Ada Tanda-tanda Berkurang, Corona di Dunia Jadi 1,51 Juta Kasus, Tambah 83.000 Pasein

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved