Berita Haji 2020

Jemaah Harus Lunasi Dana Haji 2020 saat Wabah Corona, Menag: Tak Jadi Bisa Diambil

Menag Fachrul Razi menegaskan bahwa para calon jemah haji tak perlu khawatir.

ANTARA FOTO/HANNI SOFIA
Umat Muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji dari seluruh dunia mulai berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Meski berhadapan dengan situasi serba tak pasti di tengah pandemi virus corona. Namun Menteri Agama Fachrul Razi ingin calon jemaah tetap melunasi biaya ibadah haji tahun 2020.

Meski demikian, Menag Fachrul Razi menegaskan bahwa para calon jemah haji tak perlu khawatir.

Sebab, biaya ibadah haji yang telah dibayarkan dapat dikembalikan jika keberangkatan dibatalkan.

"Kami mengantisipasi bahwa siapa tahu kita akan berangkat, memang BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) harus dilunasi. Tidak boleh tidak," kata Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (8/4/2020).

"Kalau tidak jadi berangkat, dana pelunasan itu akan diambil kembali, boleh. Boleh untuk diambil kembali, diminta kembali. Nanti pada saatnya dibayar lagi," ujar Fachrul Razi.

Pendaftaran Kartu Prakerja Tak Jadi Hari Ini Tapi Diundur 11 April, Cek di www.prakerja.go.id

Tak Ada Tanda-tanda Berkurang, Corona di Dunia Jadi 1,51 Juta Kasus, Tambah 83.000 Pasein

Kabar Duka dari Ketua KPK Firli Bahuri, Ibu Mertua Tercinta Meninggal Dunia

Penegasan Pemerintah Arab Saudi Soal Ibadah Haji Kala Pandemi Covid-19 dan Kota Mekkah Lockdown

Fachrul menjelaskan, hingga saat ini Kemenag masih melakukan rangkaian persiapan keberangkatan ibadah haji seperti tahun-tahun sebelumnya dengan sejumlah penyesuaian.

Kemenag telah menyiapkan dua skenario andai ibadah haji tetap dilaksanakan atau dibatalkan. Namun, kata Fachrul, sampai hari ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Dia mengaku masih optimistis ibadah haji dapat dilaksanakan.

"Kami melihat ada tanda-tanda, misalnya seminggu yang lalu Masjidil Haram sebelumnya ditutup untuk tawaf. Tapi seminggu yang lalu juga kembali untuk tawaf," ujar Fachrul.

"Kami melihat ini mudah-mudahan nanti sisi positif... Kalau sampai pertengahan Mei diputuskan bisa go, saya kira kita masih siap untuk go," kata dia.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved