Umpan Pancing Tradisional di HST

Mengenal Istilah Mangalut di HST, Proses Pembuatan Umpan dari Anai-anai

Ketika musim ikan tiba, bagi sebagian besar warga HST biasa mangalut atau membuat umpan ikan.

banjarmasinpost.co.id/noor masrida
Proses membuat umpan ikan berbahan dasar anai-anai atau anak rayap. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Apakah kamu pernah mendengar istilah Mangalut?. Bagi sebagian warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya para pemancing kata tersebut sudah tidak asing lagi.

Kata Mangalut berarti proses pembuatan Kalut. Kalut sendiri merupakan umpan tradisional yang dibuat warga untuk memancing saat musim ikan tiba.

Kalut terbuat dari anakan binatang anai-anai atau rayap.  Membuatnya juga memerlukan proses yang cukup memakan waktu.

Pertama, anai-anai harus digali dari tanah. Cukup mudah untuk mengetahui sarang anai-anai dari tanah.

Macam-macam Umpan Tradisional di HST, dari Anai-anai hingga Larva Lebah

VIDEO Setiap Hari Memancing Gabus, Wendi dapat Ribuan Dolar

VIDEO Cerita Yuliadi Penjual Es Keliling Menemukan Jenazah Dandim Kapuas Menggunakan Alat Pancing

Lihat bagian permukaan tanah yang agak menonjol. Semakin tinggi tonjolannya, kemungkinan semakin banyak anai-anai yang bersarang.

Setelah mendapatkannya, anai-anai harus diayak terlebih dahulu untuk memisahkan binatang tersebut dari tanah sisa yang merupakan bagian dari sarangnya.

Selanjutnya, anai-anai yang sudah bersih tak bisa langsung diproses. Kita harus memisahkan anakannya dari anai-anai dewasa.

"Anakan anai-anai itu warnanya putih, yang dewasa warnanya hitam," jelas Hasmi salah seorang warga di Desa Buluan, Kamis (26/3/2020).

Cara memisahkannya adalah dengan menampi anai-anai menggunakan tampah.

Halaman
12
Penulis: Noor Masrida
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved