Wabah Virus Corona

Pandemi Covid-19, SBY Minta Pemerintahan Jokowi Tak Alergi Kritik

Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menilai wajar jika pemerintah mengalami tekanan psikologis saat pandemi Virus Corona.

Editor: Murhan
TRIBUNBATAM.id/RIO BATUBARA
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di KBRI Singapura, Sabtu (1/6/2019). Kini, dia mengingatkan pemerintahan Jokowi soal penanganan Covid-19 

Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menilai wajar jika pemerintah mengalami tekanan psikologis saat pandemi Virus Corona.

Menurut SBY, pemerintah yang ada di bawah Presiden Jokowi takut melihat banyak rakyatnya kena Virus Corona atau Covid-19.

Tapi, kata SBY, hal ini juga memunculkan ketakutan kebijakannya terkaid penanganan Covid-19 disalahkan oleh rakyat.

"Pemerintah takut kalau rakyatnya banyak yang kena corona dan meninggal. Takut kalau upaya dan tindakannya gagal. Juga takut kalau kebijakannya disalahkan oleh rakyat, baik sekarang maupun di hari nanti," tulis SBY lewat sebuah tulisan di akun Facebook-nya, Rabu (8/4/2020).

Kondisi Raja Salman Saat 150 Bangsawan Arab Saudi Positif Virus Corona, Asingkan Diri di Sini

Video Suhana si Putri Shah Rukh Khan Saat India Lockdown Covid-19 Disorot

"Tanpa disadari, sebagian penguasa dan pejabat pemerintah menjadi sensitif. Menjadi kurang sabar dan tak tahan pula menghadapi kritik, apalagi hinaan dan cercaan," kata dia.

Kendati demikian, SBY meminta pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo bisa tetap menggunakan cara-cara persuasif dalam menghadapi masyarakat yang melempar hinaan dan cercaan di media sosial.

Ia berharap pejabat pemerintah tak langsung menggunakan langkah hukum untuk mempidanakan masyarakatnya yang salah ucap.

Sebab, di tengah situasi pandemi ini, masyarakat cendrung menjadi tegang, gamang, takut, emosional dan bahkan cepat marah.

Masyarakat takut kalau kena virus corona, mengidap penyakit Covid-19, dan meninggal dunia.

Masyarakat golongan bawah, terutama yang kehilangan pekerjaan, mengalami kesulitan hidup yang luar biasa.

"Di antara mereka ada yang mudah menyalahkan pihak lain, termasuk pemerintah dan pemimpin-pemimpinnya," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

"Bisa saja warga kita ada yang salah berucap. Misalnya, di media sosial, ada kata-kata yang melampaui batas. Menghadapi masalah ini, alangkah baiknya kalau yang diutamakan adalah tindakan yang persuasif terlebih dahulu," ujar SBY.

SBY menilai, penegakan hukum yang dilakukan pemerintah kepada rakyat justru akan membuat fokus penanganan Covid-19 menjadi terganggu.

Pemerintah justru akan menghadapi makin banyak perlawanan dari masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved