Berita Banjarbaru

Sehari Siswa PSBR Bisa Produksi 500 Masker, Layani Provinsi Tetangga

Siswa PSBR memanfaatkan keterampilan yang didapat untuk membuat masker. Sehari mereka bisa memproduksi 500 masker

banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Siswa PSBR membuat ratusan masker dalam satu hari. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tangan Sri Wahdah tampak cekatan mengalirkan baju mesin jahit. Dia tampak serius membuat masker bersama puluhan siswa di kelas jahit di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria, Banjarbaru, Kamis (9/4/2020).

Sri Wahdah, mengutarakan bahwa dirinya dalam sehari bisa buat masker sampai 150 bersama rekan rekannya.

"Sudah empat bulan saya dilatih disini dari teknis dasar dan beberapa minggu ini praktik buat masker," kata dia.

Sengaja instruktur menyuruh menggunakan mesin jahit manual. Karena setelah mahir pakai manual lalu diarahkan ke mesin jahit yang pakai dinamo atau listrik.

VIDEO Ibnu Sina Dan Wabup Batola Bagikan Masker Gratis di Perbatasan

Raut Muka Mutia Ayu yang Pakai Masker di Samping Jenazah Glenn Fredly Gambarkan Duka Mendalam

IKM Kertak Hanyar Bikin Masker Sasirangan, Ketua TP PKK Banjar Pencetusnya

Ya, dikala pandemi Corona ini semua pihak memberikan dukungan untuk menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kalimanta Selatan. Salah satunya partisipasi siswa Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria dalam memproduksi masker sendiri untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kepala PSBR HM.Yus’a Saleh mengatakan masker karya siswanya itu merupakan salah satu wujud nyata PSBR untuk membantu masyarakat agar mudah mendapatkan masker sekaligus mengatasi kelangkaan masker di pasaran.

“Kita siap untuk terus produksi sesuai kemampuan yang kami miliki. Ini merupakan pekerjaan mulia,” kata HM Yus’a Shaleh.

Diurakan Yus'a, dalam sehari siswanya dapat memproduksi hingga 500 masker kain. Hingga kini sudah lebih dari 5000 masker yang diproduksi.

Yus'a mengaku mendapat permintaan dari provinsi tetangga, namun dirinya lebih memilih untuk memenuhi terlebih dahulu kebutuhan di Kalimantan Selatan.

Untuk jenis kain masker, Yus'a sangat memperhatikan kualitas, pihaknya menggunakan kain katun toyobo yang lebih lembut dibandingkan jenis kain lainnya.

Empat Rumah Sakit Dapat Masker Buatan SMKN 4 dan SMK ISFI Banjarmasin

Caranya Mudah, Tutorial Membuat Masker Kain Tiga Lapis Mencegah Virus Corona

Selain itu, dirinya juga sangat memperhatikan kebutuhan asupan gizi anak didiknya hingga memberikan insentif.

"Iya kesehatan, kebutuhan gizi bahkan kita juga memberikan insentif kepada mereka," urainya.

Karena orderan banyak, maka angkatan sebelumnya juga dipanggil untuk minta bantuan membuat masker. " Kalau ini satu kelas ada 35 orang dan alatnya ada 50 orang. Jadi kalau masih kurang kita panggil alumni sebelumnya, " kata Yus'a Saleh. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved