Berita HST

Sidang Nabi Palsu di HST, Dua Saksi Ahli Tidak Hadir Karena Corona

Dua saksi ahli dalam persidangan nabi palsu di HST berhalangan hadir karena terhalang Covid-19 yang tengah merebak

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Sidang lanjutan kasus Nabi Palsu di PN Barabai yang menduduknya Nasrudin sebagai terdakwa. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Sidang keempat kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Nasruddin asal Desa Bandang Kahakan Kecamatan Batu Benawa digelar di Pengadilan Negeri (PN) Barabai, Rabu (8/4/2020).

Tiga saksi ahli yang rencananya dihadirkan pada Rabu ini, urung dilakukan. Dampak wabah conona virus atau covid-19 berakibat pada dua orang saksi berhalangan hadir.

Dua orang saksi ini yakni saksi ahli hukum pidana dari Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saksi ahli tafsir agama dari Falkutas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta.

Soal saksi yang tak dapat berhadir sempat diprotes oleh Penasehat Hukum Nasrudin, Ahmad Gazali Noor.

Nabi Palsu di HST Jalani Sidang Teleconference, Hakim Periksa Lima Saksi

Nabi Palsu Asal Jombang Kirim Surat ke Gus Mus dan Cak Nun

Tempat Pertapaan Ahmad Musadek, Nabi Palsu Gafatar

Ahmad Gazali Noor, tak menyoal jika saksi ahli tafsir agama dari UII tak dapat dihadirkan karena perkara wabah dan jarak yang jauh.

Sementara, ia sempat meminta agar saksi ahli dari ULM dapat memberikan keterangan saksi melalui video telekonferensi.

Sayangnya, saksi ahli yang ditunjuk kampus dengan surat resmi tak dapat dilakukan karena perguruan tinggi sedang libur akibat wabah covid-19.

Jaksa Penuntut Umum, Prihanida Dwi Saputera, mengatakan satu saksi ahli dapat berhadir pada sidang selanjutnya pada Kamis (9/4/2020).

Saksi yang dapat berhadir yakni dokter kejiwaan dari RSUD Hasan Basry, Kandangan.

“Hari ini tidak dapat berhadir karena poli sedang buka. Mengingat pentingnya pasien, sehingga saksi ahli akan dihadirkan pada sidang selanjutnya,” katanya.

Dijelaskan Hanida sapaan akrabnya, jika saksi ahli tidak boleh berhadir tanpa ada surat tugas dari institusi. Hal ini menunjukan legalitas ahli.

Solusinya, saksi ahli memberikan keterangan melalui surat yang dibacakan JPU di depan majelis hakim dan penasehat hukum.

Menurut Hanida semuanya sudah berdasarkan ketentuan. Saksi ahli sudah dipanggil secara sah sesuai KUHAP.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved