Berita HST

Sidang Nabi Palsu di HST, Dua Saksi Ahli Tidak Hadir Karena Corona

Dua saksi ahli dalam persidangan nabi palsu di HST berhalangan hadir karena terhalang Covid-19 yang tengah merebak

banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Sidang lanjutan kasus Nabi Palsu di PN Barabai yang menduduknya Nasrudin sebagai terdakwa. 

Nasrudin selama ini melaksanakan salat menggunakan bahasa Indonesia. Tidak lagi menggunakan Bahasa Arab.

Ia juga mengganti lafaz kalimat Syahadat menjadi aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nasrudin Pesuruh Allah.

Pada saat gelar perkara pada 3 Desember lalu, Nasrudin mengaku Ilmunya berasal dari dari kitab hikmah dan rahasia dari kitab Allah.

Kasus Nasrudin bukan perkara baru, pasalnya 2003 ia juga sempat melakukan kegiatan serupa. Fatwa MUI saat itu juga keluar menyatakan ajaran Nasrudin merupakan ajaran sesat.

Bertahun-tahun Nasrudin vakum hingga akhirnya ajarannya kembali aktif pada 2018 hingga sekarang.

Guru Zuhdi Minta Langsung Tangkap Nabi Palsu

Ini, Istana Nabi Palsu Mushadeq di Gunung Salak Bogor, Ada Pemandian Air Panasnya

Kasus penyimpangan agama yang dilakukan Nasrudin dikenakan pasal 156a KUHP.

Pasal ini berbunyi dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Sebelumnya sudah keluar Surat Kepala Kejaksaan Negeri HST, selaku Ketua Tim Pakem dengan nomor B-2096/0.3.15/Dsp/10/2019 tertanggal 18 Oktober 2019 mengenai Rekomendasi Pelarangan Kegiatan Keagamaan oleh Nasruddin bin H Darsani.  (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved