Ekonomi dan Bisnis

Tedampak Covid-19, Pebisnis Kuliner di Banjarmasin Ini Kini Jual Masker

Terdampak merebaknya COvid-19, kini pebisnis kuliner banting stir mencoba usaha baru yakni jualan masker

Istimewa/Eka
Bisnis minuman milik Eka saat ikuti pameran di Banjarmasin. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagai sektor ekonomi terpuruk akibat pandemi Covid-19, banyak para pebisnis merugi terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner.

Sepinya pembeli akibat penerapan social distancing dirasakan Eka, salah seorang pebisnis kuliner minuman ringan dengan brand Manggatar sejak Maret 2020 lalu.

"Kami tutup terhitung sejak 25 Maret, saat itu kami tidak ingin paksakan tetap berjualan karena pembeli sangat sepi hampir tidak ada. Selama pandemi ini masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan dan sebisa mungkin rutin minum air hangat, mungkin karena itu minuman kami yang menggunakan es tidak ada yang membeli," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (8/4/2020).

Akibat tutup usaha tersebut ia pun merugi. Omzet bulanan diakuinya turun drastis. Ia pun kehilangan laba sekitar Rp 5-7 juta.

Pedagang Kuliner di Kotabaru Terdampak Wabah Corona, Pendapatan Hanya Rp 300-400 Ribu Per Malam

Kuliner Zadul Pasar Subuh Kandangan, Belanja Menjelang Pagi Lebih Asyik, Nasi Bambu Patut Dicoba

Tujuh Bulan di Perantauan, Galuh Banjar Ini Akhirnya Puas Santap Menu Kuliner Kesukaannya

Menyiasati hal itu, Eka pun mulai banting setir ke jenis usaha lain. Ia mulai belajar membuat masker kain yang saat ini memang sangat dibutuhkan.

"Saya buat untuk dipakai sendiri, dan juga rencana beberapa hari lagi sudah bisa dipasarkan, saya bikin jenis kain sasirangan dan kain biasa atau katun," imbuhnya.

Harga masker tersebut dipatok kisaran Rp 10.000-13.000 per item.

Selain berjualan masker ia pun akan berjualan minuman lainnya yakni es buah di bulan Ramadan nanti.

Tidak hanya tahun ini, diakuinya sejak 2013 lalu saat bulan puasa tiba ia selalu menjual es buah, dibanderol Rp 5.000 per cup.

Pebisnis kuliner lainnya, Ratih juga mengalami anjloknya permintaan pesanan kue kering yang menurun drastis sejak santer isu Covid-19 di Indonesia.

Sementara ini diakuinya ia menjadi reseller produk-produk kesehatan yakni masker dan hand sanitizer. Ia memasarkan produk tersebut di media sosial miliknya.

"Harga masker saya jual Rp 10.000-12.000 per pcs, sedangkan hand sanitizer mulai Rp 40.000 hingga Rp 125.000 tergantung ukuran," urai dia.

VIDEO Sensasi Nikmati Kuliner Banjar di Atas Kapal di Banjarmasin, dari Lontong hingga Soto Banjar

Sensasi Kuliner Banjar di Atas Kapal, Begini Kisah Yanto Buka Usaha Warung Makan di Atas Kelotok

Diakuinya, peminat masker dan hand sanitizer cukup banyak. Dalam sehari ia mampu menjual 6-10 pcs masker dan 2-5 botol hand sanitizer.

"Kue kering nanti Insya Allah bikin lagi pas bulan Ramadan, sementara break dulu. Selain kue kering juga bakal bikin kue basah khas Banjar yang selalu muncul saat bulan puasa, misalnya amparan tatak, kue lapis, lapis india, dan lain-lain," tukasnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved