Ekonomi dan Bisnis

Transportasi Sumbang Deflasi Kalsel, KPw BI Kalsel Rekomendasikan Ini

Sektor penyumbang deflasi terbesar di Kalsel per Maret bersumber dari kelompok transportasi.

Istimewa/KPw BI Kalsel
KPw BI Kalsel menggelar bincang bersama media melalui live streaming kanal youtube. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbeda dari bulan lalu, per Maret 2020 Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami deflasi sebesar 0,28 persen month to month (mtm) dari Februari yang alami inflasi sebesar 0,08 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring menjelaskan, sektor penyumbang deflasi terbesar per Maret bersumber dari kelompok transportasi.

"Transportasi alami deflasi sebesar 2,67 persen mtm, disusul kelompok lainnya yakni kelompok makanan dan minuman sebesar 0,52 persen mtm, sedangkan kelompok kesehatan alama inflasi 0,90 persen mtm," jelasnya melalui live streaming kanal youtube, Rabu (8/4/2020).

Secara komoditas, angkutan udara sebagai penahan inflasi atau alami deflasi lantaran penerbangan sebagai ujung tombak sektor pariwisata terus mengalami penurunan signifikan.

VIDEO Harga Gula Picu Inflasi di Kotabaru, Melambung hingga Rp 21 Ribu

Februari Inflasi di Kalsel Turun, Setiap Bulan Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi

Haruan dan Papuyu Pengaruhi Inflasi di HST, Ini yang Dilakukan Pemkab HST

Hal ini juga sebagai upaya memutus tali penularan Covid-19 masyarakat diminta tidak bepergian dan terapkan social distancing.

Komoditas lainnya penahan inflasi yakni ikan nila, daging ayam ras, cabai merah, dan bawang putih.

Sedangkan vitamin mengalami inflasi hal ini karena permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

Pada Maret 2020, tiga kota yang selalu menjadi penyumbang inflasi di Kalsel seluruhnya alami deflasi yakni Banjarmasin terjadi deflasi sebesar 0,30 persen mtm, Tanjung deflasi sebesar 0,11 persen mtm, dan Kotabaru sebesar 0,14 mtm.

Faktor pendukung penurunan inflasi 2020 yaitu cuaca yang lebih baik, program peningkatan produksi pertanian, dan penguatan koordinasi TPID.

Diantaranya melalui implementasi Roadmap, pengendalian inflasi dan kerjasama antardaerah, serta perluasan jaringan Toko Tani Indonesia,  Rumah Pangan Kita, Ewarong, dan kanal distribusi lainnya serta kegiatan pasar murah/operasi pasar.

Di tengan ancaman dan dampak Covid-19 yang semakin serius, KPw BI Kalsel berupay menjaga ketahanan ekonomi Banua.

Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi, BI Kalsel Harapkan Stakeholder Bentuk Klaster

Amanlison menyampaikan, pihaknya merekomensasikan hal-hal yang mampu turut andil dalam menjaga keutuhan ekonomi yakni mendorong penggunaan sistem pembayaran nontunai melalui e-money dan Qris sehingga dapat mengurangi kontak langsung antar masyarakat.

"Mendorong diversifikasi usaha, yakni peralihan usaha konveksi untuk membuat masker dan APD melalui koordinasi dengan dinas terkait mengenai kesesuaian spesifikasi, serta mendorong pemasaran digital dengan cara mendorong dinas atau asosiasi dalam hal pemasaran melalui market place dan pesan antar," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved