Barito Putera

Gaji 25 Persen, Manajemen Barito Putera Bahas Secara Kekeluargaan

Manajemen Barito PUtera mengatakan pembayaran 25 persen gaji kepada pemain adalah kebijakan PSSI.

instagram Mundari Karya
Mundari Karya dan Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keputusan PSSI mengenai status force majeure dari Maret hingga Juni 2020 berdampak pada pembayaran gaji pemain yang hanya dibayar 25 persen.

Dalam hal ini, tim Barito Putera mengambil keputusan secara kekeluargaan.

Menurut Mundari Karya selaku manajer tim, mengenai pembayaran 25 persen gaji kepada pemain adalah kebijakan PSSI.

PSSI telah mengambil kebijakan terbaik demi melindungi pemain dan klub yang dinaungi, walaupun masing-masing klub berbeda-beda dalam menterjemahkan putusan ini.

"Kami telah duduk bersama diskusi membahas hal ini. Perwakilan pemain, pelatih dan manajemen dilibatkan. Alhamdulilah semua terima dan mengerti," ujarnya Kamis (9/4/2020).

Bek Barito Putera Reva Adi Punya Banyak Waktu Jaga Bayi

Pemain Barito Putera Ambrizal Umanailo Miliki Toko Sembako

Rizky Pora Lelang Jersey, Kapten Barito Putera Sumbang Tenaga Medis Covid-19

Digaji 25 Persen, Kiper Barito Putera Adhitya Harlan Mengaku Tertolong Usaha Kontrakan

Gara-gara Corona, Pemain Barito Putera Nazar Nurzaidin Ini Latihan di Sawah

Gaji Pemain Bola Bakal Dibayar 25 Persen, ini Tanggapan Pemain Barito Putera Bagas Kaffa

Dari kesepakatan bersama manajemen, kompensasi gajih yang diterima adalah100 persen tetap untuk bulan Maret dan untuk April, Mei hingga Juni masing-masing 25 persen berdasarkan besaran klausul kontrak masing-masing pemain maupun staff dan pelatih.

Terkait putusan ini, Mundari Karya juga mengucapkan terima kasih kepada Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman.

Ia menilai, ini adalah kebijakan yang sangat bijaksana melihat kondisi saat ini. 

Secara terpisah, mantan pemain Barito Putera, Jusuf Luluporo, memberikan tanggapannya mengenai pemberhentian liga dan gaji pemain hanya di bayar 25 persen. 

"Ya mau gimana lagi. Kalau memang diberhentikan dan gaji pemain tidak bisa dibayar full, harus terima. Tentunya, pasti ada yang merasa dirugikan," papar pemain Barito era Galatama ini. 

Ia percaya keputusan ini adalah yang terbaik, terkait wabah yang sedang melanda bangsa ini.

Jusuf juga berharap, pemberhentian kompetisi ini hanya sementara dan nantinya kembali normal seperti sedia kala.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved