Barito Putera

Bek Barito Putera Reva Adi Bantu Istri Jualan di Saat Wabah Covid-19

Pemain Barito Putera Reva Adi Utama mengaku sedih karena kompetisi libur akibat pandemi corona dan pemain hanya menggantungkan hidup dari sepak bola.

IG @PS BARITO PUTERA
Bek kiri Barito Putera, Reva Adi (kiri) 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, Di saat kompetisi Liga 1 terhenti karena pendemi virus corona atau Covid-19, pekerjaan apapun dilakukan para pesepak bola di Tanah Air untuk mengisi waktu libur dan menambah penghasilan.

Bek kiri Barito Putera, Reva Adi Utama, rela membantu sang istri, Alya Nadira, jualan beragam produk secara online.

"Usaha belum ada, tapi saya ikut support istri jualan secara online. Serabutan saja, bermacam produk yang  kami jual, mulai dari make up dan lainnya," kata Reva Adi yang kini berada di Makassar kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (15/4/2020).

Mantan pemain PSM Makassar dan Perserui Badak Lampung ini, menambahkan, sebenarnya ada terbesit untuk melakukan usaha sendiri ketika sedang terjadi kondisi seperti ini.

"Saat saat seperti ini kita harus bisa banting setir. Memang ada rencana, tapi masih belum terlaksana sih," kata Reva Adi.

Dia pun mengaku sedih dengan kondisi saat ini, kompetisi libur dan para pemain sepak bola yang hanya menggantungkan hidup dari penghasilan sebagai pemain saja.

Liga 1 Terhenti, Pemain Barito Putera Sepakati Soal Pemotongan Gaji

Latihan di Rumah, Pemain Barito Putera Disarankan Jalankan Cardio dan Yoga

Kisah Pemain Barito Putera David Maulana Terkurung Lockdown di Inggris

Kerinduan Penyerang Barito Putera saat Jalani Karantina Mandiri di Papua, Pulau Biak Ditutup

Pemain Barito Putera Ambrizal Umanailo Miliki Toko Sembako

Digaji 25 Persen, Kiper Barito Putera Adhitya Harlan Mengaku Tertolong Usaha Kontrakan

 "Sedih juga ya kondisi seperti ini kita hanya mengandalkan penghasilan sebagai pemain tidak ada usaha sampingan makanya cukup prihatin dengan kondisi seperti ini," ujar dia.

Apalagi kini ada keputusan dari PSSI soal pemotongan gaji pemain hingga 75 persen dari kontrak oleh pihak manajemen.

"Sebenarnya sedih banget sebab aktivitas sehari-hari kita terganggu. Untuk mencari rezeki juga terganggu. Ekonomi sekarang sedang menurun. Tapi mau bagaimana lagi. Demi kebaikan kita semua,  harus bisa menerima," sebut dia.

Halaman
12
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved