Ekonomi dan Bisnis

Dampak Corona, Penjualan Sayur Organik Meningkat 50 Persen

Ditengah pandemi virus corona atau covid-19, permintaan sayur organik justru meningkat.

Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/mariana
Anggota KRPL Anggrek memetik sayuran yang sudah matang. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Merebaknya Covid-19 di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat masyarakat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat di antaranya mengkonsumsi makanan sehat.

Tidak hanya rempah-rempah, sayur-mayur pun kini diburu masyarakat.

Tak ayal hal ini membuat penjualan sayur organik di Banjarmasin meningkat.

Pebisnis sayur organik, Thata Bernadette mengaku sayur-mayur yang dibudidayakannya bersama sang suami Susan di Mulya mendapat permintaan yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19.

NEWSVIDEO : Program Pengembangan Pertanian Organik Yayasan Adaro Bangun Negeri di Desa Kambitin

Tekan Biaya Produksi Aparat Desa dan Gapoktan HST Buat Pupuk Organik

Pertanian Organik Solusi Pertanian Berkelanjutan Bagi Petani di Kabupaten Tabalong

"Kami memasarkan sayur organik secara online dan pengiriman dengan kurir. Di saat masa pandemi sekarang ini, permintaan sayuran secara online meningkat. Karena orang-orang mau praktis dan cari aman stay di rumah," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (15/4/2020).

Melalui brand bisnis Amankers Green Kitchen, sayur organik yang dijual ada 60 jenis varian sayur. Di antaranya ada kol, wortel, daun seledri, kentang, bayam hijau, bayam merah, sawi fuji, sawi putih, buncis, jagung, terong, dan timun.

Dikatakannya, harga sayuran perpack berkisar dari harga Rp 20.000 perpack, tergantung jenis sayur. Selama masa pandemi semua jenis sayur ramai diburu masyarakat, sehingga tidak ada jenis sayur tertentu yang paling laris.

Selain sayuran, pihaknya juga menjual berbagai bahan pangan lainnya, yakni daging ayam probiotik yang mana daging ayam ini bebas suntik hormon, bebas kimia, rendah kolesterol.

"Kami juga ada daging beef slice dan shortplate premium beserta bumbu bumbu Koreanya, telur ayam omega 3 yang bebas suntik hormon dan rendah kolesterol, serta healthy juice," urainya.

Mekanisme pemesanan, customer dapat memesan via chat Whatsapp disertai format order untuk pemesanan, yg berisi nama, alamat, no tlp dan pesanan.

Pembayaran bisa secara transfer atau cash ke kurir. Untuk biaya ongkos kirim pengantaran sayur, ia mengatakan dikenakan sesuai jarak.

Senada, para anggota Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) Anggrek saat ini telah menerima banyak pemesanan sayur secara online.

"Kalau yang dekat masih beli langsung ke kebun. Kalau jauh bisa kami antarkan ongkos tergantung jarak sekitar Rp 10.000. Kalau beli dalam jumlah banyak akan kami gratiskan ongkirnya," ucap Ketua KRPL Anggrek, Faridah.

Sayur yang dibudidayakan di antaranya cabai, terong, tomat, keladi dan masih banyak lainnya. Harga yang dipatok diklaimnya lebih murah dari pasaran.

Disebutkan Ramah Lingkungan dan Baik untuk Kesehatan, ini Fakta Makanan Organik

Pelopor Pengembangan Pertanian Organik, Begini Sosok Edi Susapto

Harga cabai Rp 30.000 per kilogram, tomat dibanderol Rp 8.000-10.000 per kilogram, timun Rp 5.000, dan keladi mulai Rp 10.000 per ikat. Keempat sayur ini yang paling banyak dibeli saat ini.

"Sayur di tempat kami tidak menggunakan pestisida, Insya Allah aman untuk dikonsumsi. Selain itu kami juga menyediakan bibit-bibit rempah-rempah mulai Rp 15.000 per polybag," tukasnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved