Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Dinas Sosial Kalsel Sebut Ada 50 Ribu Pekerja Harian Terdampak Covid-19

Dinsos Kalsel mendata warga yang terdampak langsung Virus Covid-19 jumlahnya mencapai 50 ribu orang

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Didik Triomarsidi
Capture Youtube BPost
Anggota Brimobda Kalsel tengah memasak lau telur masak habang yang akan menjadi sajian untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak corona. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mewabahnya virus corona atau Covid-19 sudah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bencana nasional.

Dalam kondisi bencana nasional ini, saat ini pemerintah provinsi melakukan pendataan kepada warga terdampak sosial.

"Kini secara khusus Dinas Sosial juga sudah melakukan pendataan dan terus diversifikasi untuk para pekerja sektor informal di kabupaten dan kota. Batuan diberikan yakni sembako dan penyerahan langsung ke penerima bantuan langsung," tandas Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, HM Muslim, Selasa (14/4/2020).

Data warga yang terdampak sosial ini diverifikasi oleh Kabupaten kota di Kalsel.

UPDATE Corona di Dunia 15 April Pagi: 1,9 Juta Terinfeksi, 443.732 Sembuh, 119.403 Meninggal

WHO Sebut 3 Vaksin Covid-19 Sudah Diuji pada Manusia, Kabar Baik saat Krisis Corona

"Kita di provinsi terus bergerak terus melakukan update data sistem jaringan sosial agar tepat sasaran," sebut Muslim.

Karena bencana nasional, Pemprov Kalsel juga melakukan kegiatan bakti sosial bersama unsur Forkompinda dengan membuat dapur umum bersama-sama membagi makanan yang bisa didistribusikan secara langsung.

"Bahkan pak gubernur juga sering turun ke lapangan untuk membagikan sembako. Paling tidak bisa meringankan warga yang terdampak. Tapi yang terpenting Covid-19 ini harus dilawan secara bersama sama. Karena jika warga tetap di rumah, maka ini upaya yang luar biasa karena itu bisa memutus mata rantai, karena penyebarannya dibawa orang ke orang," sebut Muslim.

Adapun Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Siti Nuriyani dihubungi terpisah mengatakan, saat ini pihaknya tengah merampungkan data para penerima bantuan dan jumlahnya mencapai 50 ribu orang.

“Sesuai keinginan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin dalam merespon arahan Presiden Joko Widodo, kita mendata warga yang terdampak langsung Virus Covid-19, jumlahnya mencapai 50 ribu,” kata Siti Nuriyani

Dirinya menyebut, para pekerja harian di sektor informal menjadi kalangan paling terdampak parah dari meluasnya Virus Corona (Covid-19), khususnya di zona merah.

Pemerintah memastikan seluruh kalangan tersebut agar tepat sasaran. “Para pekerja informal yang terdampak langsung adalah para supir kelotok, pedagang pentol, dan yang lainnya,” runutnya.

Dirinya berharap bantuan sosial tersebut dapat segera disalurkan, sehingga dapat mengurangi beban masyarakat.

Disampaikannya, di luar bantuan sosial khusus penangangan Virus Corona ini, Pemprov Kalsel setiap tahunya juga telah menyalurkan bantuan bagi para penerimanya.

Semisal pada kegiatan HKG PKK yang berjumlah 3.571 orang, bantuan pada Bulan Ramadhan berjumlah 3.576 orang, pada Hari Jadi Provinsi sebanyak 300 orang, dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 3456 orang. (banjarmasinpost.co.id /lis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved