Tajuk

Hikmah Pandemi Corona

Tuhan punya cara sendiri memulihkan bumi yang sakit, mungkin saja itu untuk kebaikan makhluk ciptaanNya.

MC KOMINFO KABUPATEN BANJAR
Ketua Deskranasda Kabupaten Banjar, Hj Raudathul Wardiyah, mendatangi Pasar Ahad Kertakhanyar dan membagikan masker supaya dikenakan warga sehingga bisa terhindar dari virus corona atau Covid-19. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BANYAK pemberitaan yang menyebut udara terasa lebih segar, polusi berkurang, bahkan kanal-kanal di belahan dunia sana jadi bersih. Saat masyarakat di seluruh dunia berada dalam ketakutan karena virus Corona, ternyata ada hal unik yang terjadi dengan bumi kita.

Terjadinya karantina wilayah dan imbauan untuk diam di rumah ternyata memberikan kesempatan bagi bumi untuk memulihkan diri.

Banyak fenomena alam menarik yang terjadi berbagai belahan dunia. Hal ini tentunya memberikan kesempatan bagi alam untuk memperbaiki kerusakan akibat ulah manusia.

Bahkan lapisan ozon yang selama ini dikhawatirkan bocor, terus menyembuhkan diri.

Italia, salah satu negara dengan korban virus corona terparah, kanal air di Venesianya kini tampak jernih. Kanal jadi lebih bersih setelah objek wisata itu ditutup, hewan air mulai bermunculan kembali di tempat yang tidak diduga.

Sementara di India, Pegunungan Himalaya kembali menampakkan dirinya untuk pertama kalinya setelah 30 tahun menghilang dari penampakan. Hal ini dikarenakan tingkat polusi udara di negara tersebut menurun tajam selama lockdown.

Warga India dari distrik Jalandhar di Punjab berjarak 201 kilometer dari Himalaya, pun berbondong mengunggah penampakan pegunungan yang tertutup salju di media sosial.

Banjarmasin Post edisi Rabu (15/4/2020).
Banjarmasin Post edisi Rabu (15/4/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Banyak orang percaya, kalau virus corona memberikan kesempatan bumi menyembuhkan diri.

Peneliti berujar jika bumi juga butuh “istirahat dan bernapas”. Mungkin, inilah saat yang tepat. Hasil penelitian mengungkap karbon monoksida dari mobil di New York, berkurang 50 persen sejak virus corona mewabah. Kadar karbon dioksida dan metana juga menurun sekitar 10 persen.

Bila wabah ini berlalu, masihkah kita melakukan kerusakan di muka bumi ini? Mungkin kita manusialah ‘virus’ yang sebenarnya, wabah ini datang mengajarkan kita banyak hal tentang kesabaran, ketakutan, keikhlasan. kehilangan, kebersamaan, mahalnya kesehatan.

Obat itu pahit tapi menyembuhkan, seperti inilah kondisi manusia di muka bumi saat ini, kita tak tahu hikmah apa yang menanti setelah melewati kepahitan ini, Tuhan punya cara sendiri memulihkan bumi yang sakit, mungkin saja itu untuk kebaikan makhluk ciptaanNya.

Semoga wabah global ini cepat berlalu dan kita masih diberi kesempatan menghirup udara yang bersih di bumi yang sehat. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved